Cegah Banjir di Bekasi, KP2C Keluarkan 4 Rekomendasi untuk Pemerintah

TrubusNews
Syahroni
14 Okt 2018   08:00 WIB

Komentar
Cegah Banjir di Bekasi, KP2C Keluarkan 4 Rekomendasi untuk Pemerintah

Forum diskusi bertema "Hidup Aman dan Nyaman Bersama Sungai" digelar KP2C bekerjasama dengan PT Protelindo, Sabtu (13/10) kemarin. (Foto : Doc/ KP2C)

Trubus.id -- Staf Khusus Presiden RI, Diaz Hendropriyono meresmikan pengoperasian 4 kamera pemantau atau CCTV di 4 titik pantau Tinggi Muka Air (TMA) di Sungai Cileungsi, Sungai Cikeas, dan Kali Bekasi, Sabtu (13/10) kemarin.

Pemasangan CCTV ini merupakan salah satu langkah 'early warning system' terhadap ancaman banjir yang dibangun Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C). Diaz berharap, keberadaan CCTV tersebut bisa lebih memudahkan warga untuk memantau dan mendapatkan informasi real time yang valid tentang TMA di tiga sungai tersebut.

CCTV bantuan dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) ini sendiri nantinya akan dioperasikan langsung oleh pengurus KP2C. 

Wahyu Baskoro, perwakilan dari PT Protelindo menjelaskan, keempat CCTV itu beroperasi real time namun dapat dioperasikan sesuai kebutuhan untuk menampilkan kondisi real TMA  pada alat ukur yang berada di area sungai yang ditampilkan dalam bentuk video. 

Baca Lainnya : 4 Titik Pantau TMA di Sungai Cikeas, Cileungsi dan Kali Bekasi Akan Dipasangi CCTV

"Melalui tayangan video, kondisi lapangan dapat diketahui, termasuk kecepatan aliran air. Namun yang bisa mengakses terbatas hanya beberapa orang. Untuk itu, members KP2C yang mencapai 6.000 orang lebih akan menerima informasi CCTV melalui pengurus KP2C," ujar Wahyu dalam peluncuran CCTV sekaligus acara Forum Diskusi Sungai yang diselenggarakan KP2C bekerjasama dengan Protelindo, Sabtu (13/10) kemarin di Kota Bekasi. 

Kehadiran CCTV ini akan melengkapi informasi tentang TMA Cileungsi, Cikeas dan  Kali Bekasi yang selama ini diterima KP2C melalui petugas pantau KP2C di titik pantau Cileungsi, Cikeas, P2C (Pertemuan Cileungsi-Cikeas) dan Cibongas secara manual dan e-buffer secara digital. 

"CCTV ini akan membantu kami  memantau saat TMA meninggi. Kami tidak bisa sepenuhnya mengandalkan petugas pemantau KP2C di lapangan, apalagi ketika tengah malam. Jadi, alat ini sangat dibutuhkan warga. Apalagi sebentar lagi  wilayah Bogor dan Bekasi akan memasuki musim hujan dan dikhawatirkan berpotensi banjir," ujar Ketua KP2C, Puarman. 

Dengan peringatan dini TMA di hulu sungai yang diinformasikan KP2C secara terus menerus setiap hari sepanjang 12 bulan, warga yang bermukim di sepanjang aliran sungai Cileungsi, Cikeas dan Kali Bekasi kini bisa hidup lebih tenang. Pasalnya mereka memiliki waktu enam jam untuk pulang ke rumah, berkemas dan menyelamatkan diri sebelum air sungai meluap di pemukimannya. 

Baca Lainnya : Pencemaran di Kali Bekasi Semakin Parah, DLH Kota Bekasi Cabut 4 Izin Usaha

Namun demikian, warga sendiri mengaku akan lebih tenang jika ada langkah dari pemerintah untuk mencegah banjir melanda wilayah mereka. Untuk itu, KP2C mengeluarkan 4 rekomendasi agar kondisi aman dan nyaman hidup bersama sungai Cileungsi, Cikeas dan Kali Bekasi terwujud.

Keempat Rekomendasi KP2C itu yang pertama adalah normalisasi sungai, kemudian penguatan tanggul permanen, lalu pembangunan pintu pengendali air dan yang terakhir pembangunan waduk di hulu sungai. 

Rekomendasi KP2C tersebut nantinya akan dikirim kepada Presiden RI, DPR-RI dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,sebagai upaya mencari solusi pencegahan banjir yang selalu mengancam ribuan warga di 26 lokasi perumahan di sepanjang Sungai Cileungsi-Cikeas dan Kali Bekasi. 

"Itulah solusi dalam mengatasi banjir di sepanjang ketiga sungai tersebut," ujar Puarman. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

KKP Raih Penghargaan Badan Publik Informatif Tahun 2019

Peristiwa   22 Nov 2019 - 23:47 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: