Mendesak, Pemerintah Daerah Harus Kuasai Pendidikan Kebencanaan

TrubusNews
Thomas Aquinus
13 Okt 2018   21:00 WIB

Komentar
Mendesak, Pemerintah Daerah Harus Kuasai Pendidikan Kebencanaan

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Inisiator Koalisi Sulteng Bersatu, Chalid Muhammad menyoroti minimnya pengetahuan standar tentang mitigasi bencana yang dimiliki masyarakat. Bahkan, Chalid juga menyayangkan hal tersebut tak dimiliki aparatur pemerintahan sehingga kadang terlambat dalam mengambil keputusan.

"Ketika dia menjabat pejabat publik dan dia punya pengatahuan kebencanaan, setelah dia paniknya hilang bisa ambil keputusan untuk masyarakat," ujar Chalid dalam diskusi Perspektif Indonesia bertema Menata Mitigasi Bencana Lewat Sulteng di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (13/10).

Chalid menyoroti pentingya aparatur negara khususnya pemerintah daerah harus memiliki pengetahuan bencana yang memadai sehingga masyarakat bisa merasakan kehadiran negara saat terjadinya bencana.

Baca Lainnya : Rencana Tata Ruang Wilayah Harus Berdasarkan Pemetaan Rawan Bencana Geologi

"Pengetahuan kebencaanan penting agar negara hadir dalam kondisi apapun. Kalau tidak ada ini bakal chaos," katanya.

Berkaca pada gempa bumi dan tsunami melanda Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu, menurut Chalid kekacauan ini terjadi dengan banyaknya terjadi penjarahan dimana-mana. Hal tersebut makin diperparah ketika masyarakat mendapatkan informasi bahwa pemerintah telah membiayai semua kebutuhan di toko-toko atau minimarket.

Baca Lainnya : Operasi Pencarian Korban Bencana Sulteng Ditambah 1 Hari Lagi

Menurut Chalid, disinilah kehadiran negara atau pemerintah daerah diperlukan dalam meluruskan setiap informasi yang beredar di masyarakat pasca terjadinya bencana.

"Negara harus hadir menjelaskan setiap informasi yang beredar di masyarakat, jangan informasi sifatnya spekulatif. Seluruh penyelenggara negara harus bisa menjalankan roda pemerintahan di saat terjadi bencana," pungkasnya. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: