Cegah Likuifaksi Terulang lagi, Badan Geologi Petakan Daerah-daerah Rawan

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
12 Okt 2018   15:45

Komentar
Cegah Likuifaksi Terulang lagi, Badan Geologi Petakan Daerah-daerah Rawan

Pemukiman warga luluh lantah akibat fenomena likuifaksi di Petobo, Palu. (Foto : Trubus.id/ Thomas Aquinus)

Trubus.id -- Gempa berkekuatan 7,4 Magnitudo yang mengguncang Sulawesi Tengah (Sulteng) beberapa waktu lalu memicu fenomena likuifaksi di beberapa titik di Kota Palu. Dengan munculnya fenomena ini, Badan Geologi Kementerian ESDM merasa perlu melakukan pemetaan daerah-daerah rawan likuifaksi. Langkah ini diambil agar peristiwa yang terjadi di Petobo, Balaroa, dan Desa Jono Oge tak berulang di daerah lain.

"Menurut laporan yang saya terima dari Badan Geologi, daerah ini dahulunya adalah swamp (rawa-rawa) sehingga memungkinkan atau rawan terhadap terjadinya likuifaksi. Dan untuk menghindari agar tidak terjadi hal sama, Badan Geologi akan memetakan wilayah-wilayah yang rawan terjadinya likuifaksi," terang Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar dalam siaran persnya, Jumat (12/10).

Baca Lainnya : 3 Titik di Palu yang Terdampak Fenomena Likuifaksi Tak Akan jadi Hunian Lagi

Sementara itu, Badan Geologi juga merekomendasikan dua dari tiga daerah yang menjadi titik likuifaksi di Palu dan Sigi, tidak dibangun pemukiman lagi karena sudah tidak layak huni. Sementara untuk wilayah Jono Oge di Kabupaten Sigi, fenomena likuifaksi yang terjadi di wilayah ini dinilai tidak terlalu masif.

"Informasi dari Pemerintah Daerah, bahwa wilayah yang terkena bencana likuifaksi tidak akan dihuni dan akan dijadikan semacam memorial park, karena dua wilayah ini sudah tidak stabil lagi untuk didirikan bangunan dan dua wilayah ini berdasarkan Peta Likufaksi tahun 2012 merupakan wilayah dengan potensi terjadinya likuifaksi tertinggi," jelas Kepala Badan Geologi, Rudy Suhendar.

Informasi dari Kementerian ESDM menyebutkan, Pemprov Sulteng saat ini berencana membangun Monumen Bencana Likuifaksi di wilayah Petobo dan Balaroa. Selain monumen, rencananya juga akan dibangun ruang terbuka hijau sesuai rekomendasi Badan Geologi.

Baca Lainnya : Pemerintah Siapkan Lahan 320 Ha untuk Relokasi Warga Terdampak Likuifaksi

Rekomendasi ini dikeluarkan Badan Geologi agar rekonstruksi dan rehabilitasi pascagempa di Sulteng mengacu pada Peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gempa Bumi, Peta KRB Tsunami dan Peta Potensi Likuifaksi.

Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Tengah, Yanmart Nainggolan mengatakan, pemerintah daerah akan membuat peta tata ruang sesuai rekomendasi Badan Geologi. Pihaknya juga tengah menunggu hasil dari tim Badan Geologi yang sedang memetakan lokasi-lokasi mana yang stabil, mana yang tidak.

"Hasil kerja Badan Geologi ini nantinya akan dimasukkan dalam Peta Tata Ruang yang menjadi pedoman dalam melaksanakan tata ruang, mana lokasi red area, yellow area dan lokasi green area," tutupnya. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: