Tidak Ikuti Aturan Pemerintah, Relawan Asing Harus Angkat Kaki dari Sulteng

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
12 Okt 2018   16:30

Komentar
Tidak Ikuti Aturan Pemerintah, Relawan Asing Harus Angkat Kaki dari Sulteng

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Berdasarkan data BNPB, bencana gempa, tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah tercatat telah menewaskan 2.045 jiwa, 10.679 jiwa luka berat dan 671 orang hilang. Diberitakan, pencarian akan segera dihentikan meski pemerintah daerah tetap akan memperpanjang masa tanggap darurat menuju pemulihan. 

Namun, di tengah kesibukan menangani bencana, kenapa pemerintah justru mengusir relawan asing?

Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, banyak relawan asing yang tiba-tiba datang ke Palu, Sulawesi Tengah tanpa berkoordinasi dengan pemerintah Indonesia. Mereka menggunakan visa turis dan tanpa keahlian yang diperlukan dan telah ditetapkan pemerintah Indonesia.

Baca Lainnya : Hasil Kajian di 40 Desa, Inilah Bantuan yang Dibutuhkan Korban Bencana Pascagempa Palu

Sutopo menegaskan, saat ini pemerintah hanya memerlukan bantuan asing berupa transportasi udara, pengolahan air, generator set dan tenda. Namun banyak sukarelawan asing yang kemudian datang dengan niat menjadi bagian dari tim pencarian dan pertolongan meski sebagian tidak dapat menunjukkan keahliannya.

"Apalagi, evakuasi, pencarian dan pertolongan akan dihentikan secara resmi pada Jumat sore ini," jelas Sutopo dalam keterangan tertulisnya, Jumat (12/10).

Sutopo juga membantah rumor bahwa pemerintah Indonesia mengusir relawan asing dari Sulawesi Tengah. Ia menyatakan bahwa pemerintah hanya meminta relawan asing memenuhi persyaratan dan prosedur yang ditetapkan.

Baca Lainnya : Jumlah Toilet Minim, Pengungsi Gempa Palu Terancam Penyakit

"Pemerintah Indonesia berterima kasih atas bantuan asing yang dapat membantu masyarakat terdampak bencana. Namun, ikuti ketentuan yang ada," tuturnya.

Sutopo mengatakan, sukarelawan asing yang datang tanpa melapor dan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri diminta melapor terlebih dahulu. Sementara yang sudah mengikuti prosedur dan memenuhi ketentuan, bisa tetap turut membantu di Palu.

"Di negara lain yang terjadi bencana, pemerintahnya juga memberlakukan persyaratan dan prosedur. Tidak semua bebas langsung masuk ke daerah bencana," katanya.[NN]
 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: