Cerita Pengungsi Palu yang Sulit Mendapatkan Bantuan Beras

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
12 Okt 2018   12:00

Komentar
Cerita Pengungsi Palu yang Sulit Mendapatkan Bantuan Beras

Pengungsi gempa Palu (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Sampai saat ini pendistribusian logistik bagi korban bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah belum semua tersalurkan. Kondisi ini terjadi karena sebagian wilayah di Sulawesi Tengah yang terdampak bencana masih terkendala akses jalan.

Para pengungsi gempa dan tsunami di Kota Palu mengeluhkan bantuan beras yang kian menipis dan tak mencukupi untuk dikonsumsi para pengungsi sehari-hari.

Seperti yang dirasakan salah satu korban gempa Palu dari Kelurahan Balaroa, Rosmiar yang mengaku hanya memperoleh 8 liter beras untuk delapan keluarga yang jumlahnya 30 orang.

Baca Lainnya : Hasil Kajian di 40 Desa, Inilah Bantuan yang Dibutuhkan Korban Bencana Pascagempa Palu

“Itu pun tidak setiap hari kami terima. Kadang dapat, kadang tidak,” kata Rosmiar di Posko Pengungsian Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (12/10).

Bantuan beras ini diterima dalam bentuk paket yang di dalamnya juga berisi lima bungkus mi instan. Untuk memperoleh beras, Rosmiar mengungkapkan harus berebut dengan pengungsi lain di kantong-kantong penyaluran bantuan.

Wali Kota Palu Hidayat mengakui, pemenuhan kebutuhan beras untuk pengungsi korban gempa Palu masih sulit. Menurut penuturan Hidayat, pemerintah kota hanya sanggup mendistribusikan bantuan beras 50 kilogram sehari untuk pengungsi yang jumlahnya 58 ribu jiwa di Kota Palu. Sedangkan kebutuhan beras sebenarnya mencapai 16 ton.

Beras yang disalurkan ke titik-titik pengungsian dari pemerintah kota ini berasal dari cadangan beras pemerintah (CBP) yang tersimpan di gudang Bulog.

Baca Lainnya : Jumlah Toilet Minim, Pengungsi Gempa Palu Terancam Penyakit

Menurut data Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Kota Palu, cadangan beras sampai 9 Oktober 2018 memiliki kuota total 100 ton. Kepala BPBD Kota Palu Presly Tampubolon mengatakan, hingga hari yang sama, data beras keluar sudah 79 ton.

“Kami sedang mangajukan ke gubernur untuk menambah kuota BCP,” ujar Presly kepada wartawan baru-baru ini.

Selain mengajukan ke pemerintah provinsi, BPBD juga akan mengadakan pembelian beras dengan memanfaatkan slot dana belanja tidak tetap (BTT) dari anggaran pengeluaran dan belanja daerah (APBD). BTT Kota Palu sebelum APBD-P tercatat Rp 2,1 miliar.

Baca Lainnya : Pengiriman 1,4 Ton Rendang untuk Korban Gempa Palu Terkendala Transportasi

Selain itu, pemerintah juga mengharapkan adanya bantuan dari lembaga-lembaga swasta atau lembaga sosial. Saat ini, swasta yang tercatat mengeluarkan bantuan beras ialah Astra Group yang berjumlah 11.538 kilogram ke 13 titik pengungsian.

Sebagaimana diketahui, mekanisme penyaluran beras diatur oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Saat ini semua bantuan dikoordinasi langsung oleh kepala-kepala daerah yang meliputi lurah, camat, dan bintara pembina desa atau babinsa. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan: