Operasi Pencarian Korban Bencana Sulteng Ditambah 1 Hari Lagi

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
11 Okt 2018   17:30

Komentar
Operasi Pencarian Korban Bencana Sulteng Ditambah 1 Hari Lagi

Kepala Pusdatin BNPB, Sutopo Purwo Nugroho. (Foto : Trubus.id/ Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Setelah hampir 3 pekan berlalu pasca bencana gempa dan tsunami yang melanda Sulawesi Tengah, proses pencarian para korban masih terus dilakukan. Penambahan masa pencarian ini dilakukan karena permintaan masyarakat setempat. Proses pencarian pencarian ditambah satu hari lagi hingga akan benar-benar dihentikan, Jumat (12/10) besok.

Hal itu disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, Kamis (11/10). Ia mengatakan, evakuasi dan pencarian korban akan ditambah satu hari lagi hingga batas akhir pencarian terakhir adalah Jumat (12/10) sore.

Baca Lainnya : Masa Tanggap Darurat Diperpanjang, Pencarian Korban Segera Dihentikan 

"Pencarian korban akan resmi dihentikan pada Jumat, 12 Oktober 2018 sore, diperpanjang satu hari karena permintaan dari masyarakat," terang Sutopo saat ditemui di Graha BNPB, Pramuka Jakarta Timur, Kamis (11/10).

Dengan penambahan masa evakuasi dan pencarian, Sutopo menekankan, masyarakat jangan lagi mencari korban tewas. Imbauan ini dikeluarkan mengingat kondisi korban yang belum ditemukan selama 3 pekan pasti sudah rusak dan ini bisa membahayakan kesehatan tim pencari.

"Bahaya yang mengancam salah satunya penyakit kolera," tambahnya lagi.

Meski begitu, tim SAR Gabungan sampai hari ini terus melakukan evakuasi terhadap para korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. 

Baca Lainnya : Di Hari ke 10 Korban Tsunami Palu Sudah Sulit Dikenali, Akankah Pencarian Berhenti?

"Sebanyak 2.073 sudah teridentifikasi meninggal dunia tercatat hingga H+13, Kamis hari ini," lanjutnya kembali.

Lebih lanjut pihaknya menyatakan, jumlah tersebut didapat dari beberapa lokasi seperti di Donggala, Palu, Sigi dan Moutong.

"2.073 korban meninggal dunia. Perinciannya 171 di Donggala, 1.663 di Palu, 223 di Sigi, 15 di Moutong dan 1 orang di Pasang Kayu," ungkap Sutopo. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: