BBKSDA Riau Selidiki Perubahan Perilaku Beruang yang Menyerang Pasutri di Kuansing

TrubusNews
M Syukur | Followers 2
11 Okt 2018   17:45

Komentar
BBKSDA Riau Selidiki Perubahan Perilaku Beruang yang Menyerang Pasutri di Kuansing

Ojik, korban serangan beruang di Kabupaten Kuansing, Riau. (Foto : Trubus.id/ M Syukur)

Trubus.id -- Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mengirim beberapa anggotanya ke Desa Teratak Baru, Kecamatan Kuantan Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) untuk mengecek kondisi pasangan suami-istri (Pasutri) yang kritis karena diduga diserang beruang.

Sebelumnya diberitakan, Abu Hanifah alias Ojik dan Sulai diserang beruang ketika menyadap pohon karet di kebunnya, Rabu (10/10) pagi. Akibat kejadian itu, Ojik terpaksa menjalani perawatan di RSUD sementara Sulai cukup mendapat pengobatan di Puskesmas setempat.

Kepala Bidang I BBKSDA Riau, Mulyo Hutomo menyebut, pihaknya sudah membesuk kedua korban. Dia menyebut, saat ini Ojik sudah menjalani operasi dan mendapat beberapa jahitan di bagian wajah dan lengannya.

Baca Lainnya : Pasutri di Pekanbaru Luka Parah Diserang Beruang Mengamuk

"Kalau istrinya terluka di bagian tangan, sudah ditangani dokter," kata Hutomo dihubungi wartawan dari Pekanbaru, Kamis (11/10) siang.

Terkait tindakan kepada beruang yang diduga menyerang manusia itu, Hutomo menyebut, pihaknya belum ada rencana evakuasi dengan memasang jerat berupa kandang. Pasalnya lokasi penyerangan masih termasuk hutan konservasi.

Hutomo juga menyebut masih mendalami kenapa beruang di sana bisa menjadi garang dan menyerang manusia. Perubahan perilaku itu dinilai tidak pernah terjadi sebelumnya.

"Kami sedang mengumpulkan informasi kenapa satwa itu bisa menjadi beringas," kata Hutomo.

Baca Lainnya : Seminggu Ini Dusun Terpencil di Riau Diteror Kawanan Beruang Madu

Sebelumnya, Humas BBKSDA Riau, Dian Indriati menyebut, masyarakat di sana sudah sering bertemu beruang. Namun kejadian penyerangan beruang ini disebutnya baru pertama kali.

"Penuturan warga, di kebun memang sering ada perjumpaan dengan beruang. Hanya saja, penyerangan ini baru pertama kali terjadi di desa tersebut," kata Dian.

Sebagai informasi, Ojik dan Sulai diserang pukul 11.00 WIB ketika beraktivitas di kebun. Beruang yang belum diketahui ukuran dan jenis kelaminnya ini pertama kali menyerang Ojik. Sulai melihat suaminya diserang berusaha menolong hingga diapun menjadi sasaran. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: