Pemerintah Mulai Bangun 'Risha, Riko dan Rika' untuk Korban Gempa Lombok

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
11 Okt 2018   16:45

Komentar
Pemerintah Mulai Bangun 'Risha, Riko dan Rika' untuk Korban Gempa Lombok

Rumah tahan gempa. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa Nusa Tenggara Barat (NTB), Mayjen TNI Madsuni mengungkapkan, pihaknya terus mendorong upaya percepatan pembangunan kembali rumah warga yang terdampak gempa di NTB. 

Upaya percepatan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi warga NTB dengan melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Pemprov NTB, BPBD NTB, BPBD kabupaten/kota terdampak gempa, di Markas Kogasgabpad di Bandara Selaparang, Mataram, NTB. Dalam rakor tersebut disepakati harga 138 panel untuk satu Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) dipatok di angka Rp23.864.000.

Baca Lainnya : Presiden Jokowi: 74.000 Rumah Tahan Gempa Segera Dibangun di Lombok

Selain itu pihaknya menjelaskan, minat masyarakat yang ingin membangun Risha tercatat sebanyak 2.864 orang, sedangkan 1.360 warga lainnya lebih tertarik membangun dengan model Rumah Instan Sederhana Konvensional (Riko), dan 1.178 warga lainnya memilih Rumah Instan Sederhana Kayu (Rika).

"Aplikator dibantu pengusaha lokal berdasarkan keputusan Gubernur NTB, yang sepakat akan menyelesaikan pembangunan sampai akhir Oktober ini," kata Madsuni di Lombok, NTB, Kamis (11/10).

Untuk memastikan kelancaran pembangunan ini, Dinas perdagangan NTB akan mengawal harga material yang masuk dalam hitungan RAB Riko maupun Risha, sesuai dana yang akan digelontorkan pemerintah sebesar Rp50 juta.

Fasilitator Kementerian PUPR, dikatakan Madsuni, memiliki peran sentral dalam proses perencanaan, pelaksanaan, pengakhiran pembangunan rumah tahan gempa jenis Risha, Riko, dan Rika.

Baca Lainnya : 400 Ahli Teknik Dikirim ke Lombok Dampingi Warga Bangun Rumah

"Keberadaan fasilitator harus melekat di wilayah yang menjadi tanggungjawab serta dapat mendampingi masyarakat untuk menyiapkan segala administrasi persyaratan pencairan dana stimulan Kelompok Masyarakat (pokmas)," ucapnya lagi.

Lebih lanjut Madsuni menjelaskan, para fasilitator nantinya juga menghubungkan masyarakat dengan aplikator sebagai penyedia panel Risha sampai rumah berdiri dan siap dihuni masyarakat NTB.

Untuk itu ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mengawal bantuan dana stimulan dari pemerintah pusat sebesar Rp50 juta untuk rumah rusak berat, Rp25 juta untuk rumah rusak sedang, dan Rp10 untuk kondisi rumah rusak ringan. [RN]
 

 

 

 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: