Berkaca pada Kearifan Lokal di Balik Rumah Adat Tahan Gempa

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
11 Okt 2018   14:44

Komentar
Berkaca pada Kearifan Lokal di Balik Rumah Adat Tahan Gempa

Deretan rumah adat yang berdiri rapih dan tahan gempa di desa Hilimondregeraya, Nias Selatan. (Foto : Okipetruslaoh.wordpress.com)

6. Omo Hoda 

Rumah tradisional masyarakat Nias ini dibangun di atas tumpukan kayu ulin besar dan memiliki atap yang menjulang. Bentuk atapnya yang curam dapat mencapai ketinggian hingga 16 meter.  Selain memiliki pertahanan yang kuat, Omo Sebua telah terbukti tahan terhadap gempa. 

Rumah tradisional khas Nias. (Foto: Istimewa)

Bangunan ini memiliki pondasi yang berdiri di atas lempengan batu besar dan balok diagonal yang juga berukuran besar serta bahan-bahan lainnya yang dapat meningkatkan fleksibilitas dan stabilitas terhadap gempa bumi. Atap pelana di bagian depan dan belakang juga memberikan perlindungan yang sangat baik terhadap hujan.

7. Rumah Gadang 

Rumah gadang dari Sumatera Barat ini memiliki daya lentur dan soliditas saat terjadi guncangan gempa hingga berkekuatan 8 Magnitudo. Rahasianya terletak pada rancangan rangka rumah. Rangka Rumah Gadang dibuat dari kayu. Bentuknya dibuat menyerupai sebuah perahu. Ada dua anjungan di ujung kanan dan kiri.

Rumah Gadang khas Minang. (Foto: Istimewa)

Anjungan ini dibuat tanpa tiang penyangga. Akibatnya, rangka kayu bagian atas seperti ditarik ke ujung kanan dan kiri. Karena tanpa penyangga, anjungan ini membuat rangka kayu jadi mendapat beban ke bawah. Dengan begitu, rangka rumah ini berdiri sangat kokoh.

Rumah Gadang juga tidak menggunakan paku sebagai pengikat, tetapi berupa pasak sebagai sambungan membuat bangunan memiliki sifat sangat lentur. Selain itu kaki atau tiang bangunan bagian bawah tidak pernah menyentuh bumi atau tanah. Tapak tiang dialas dengan batu sandi. Batu ini berfungsi sebagai peredam getaran gelombang dari tanah, sehingga tidak mempengaruhi bangunan di atasnya. Kalau ada getaran gempa bumi, Rumah Gadang hanya akan berayun atau bergoyang mengikuti gelombang yang ditimbulkan getaran tersebut.

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: