Kemenkes Mulai Mendata Potensi Kejadian Luar Biasa di Sulteng

TrubusNews
Astri Sofyanti
10 Okt 2018   16:00 WIB

Komentar
Kemenkes Mulai Mendata Potensi Kejadian Luar Biasa di Sulteng

Pengungsi gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Surveilans Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mulai melakukan pendataan penyakit yang berpotensi menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) di wilayah terdampak gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Penyakit yang sudah terdata akan ditindak lanjuti untuk tahap pencegahan agar tidak terjadi KLB. Pendataan dilakukan di seluruh puskesmas di wilayah terdampak di Palu, Donggala dan Sigi. Hingga saat ini, sebanyak 25 puskesmas sudah mulai beroperasi di sejumlah wilayah terdampak bencana.

Baca Lainnya : Cegah Munculnya Penyakit pada Anak Korban Bencana, Kemenkes Bangun Dapur Gizi

"Setiap puskesmas mulai mendata penyakit sejak tanggal 1 Oktober 2018. Ada juga puskesmas yang mendata lewat dari tanggal tersebut karena kondisi bangunan yang rusak akibat gempa dan tsunami," kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Widyawati, melalui siaran pers yang diterima Trubus.id, Rabu (10/10).

Berdasarkan laporan di lapangan, penyakit dari sebagian kecil puskesmas di tiga wilayah terdampak sudah diterima bidang Surveilans Kemenkes. Laporan tersebut menunjukkan penyakit yang banyak diderita para pengungsi adalah ISPA dan diare.

Baca Lainnya : Jumlah Toilet Minim, Pengungsi Gempa Palu Terancam Penyakit

Langkah selanjutnya akan ditangani bidang terkait. Misalnya diare akibat buruknya lingkungan dan kebersihan. Jadi, penanganan diare dilakukan oleh bidang kesehatan lingkungan dengan penyemprotan desinfektan, perbaikan sanitasi dan pemasangan alat penjernih air.

"Pendataan ini diharapkan bisa terintegrasi dan mencegah terjadinya KLB," ungkap Widyawati. [DF]

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: