3 Titik di Palu yang Terdampak Fenomena Likuifaksi Tak Akan jadi Hunian Lagi

TrubusNews
Astri Sofyanti
09 Okt 2018   21:00 WIB

Komentar
3 Titik di Palu yang Terdampak Fenomena Likuifaksi Tak Akan jadi Hunian Lagi

Kondisi Perumnas Balaroa usai gempa dan likuifaksi. (Foto : Trubus.id/ Thomas Aquinus)

Trubus.id -- Bencana gempa bumi berkekuatan 7,4 magnitudo menyebabkan fenomena likuifaksi di Kelurahan Petobo, Balaroa, dan Jono oge. Akibatnya, hampir seluruh rumah warga di tiga lokasi ini terkubur lumpur bercampur pasir.

Kondisi ketiga wilayah itu diketahui sudah tidak layak huni lagi. Karenanya, agar peristiwa tidak terulang, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah, Haris Kariming mengungkapkan, warga di ketiga lokasi tersebut nantinya akan direlokasi.

Baca Lainnya : Pemerintah Siapkan Lahan 320 Ha untuk Relokasi Warga Terdampak Likuifaksi

Rencana relokasi dan pembangunan hunian sementara dan hunian tetap untuk mereka diakui juga telah disetujui oleh Walikota dan Bupati setempat.

"Walikota dan Bupati sudah tentukan titik relokasi yaitu Balaroa atas, Kelurahan Duyu, dan Ngata Baru," ucapnya di Palu, Selasa (9/10).

Saat ini, titik relokasi masih dalam tahap pengkajian oleh para ahli mengingat para ahli harus memastikan layak atau tidaknya lokasi baru untuk dibangun rumah baru bagi warga. Rencananya pembangunan rumah di lokasi baru mencapai 3 ribu rumah.

"Kami minta kepada ahli geologi selaku pendamping Kementerian ESDM untuk meneliti apakah lokasi yang telah ditentukan aman untuk membangun ribuan rumah baru," ucapnya lagi.

Baca Lainnya : Menebak Lokasi Baru Tempat Tinggal Warga yang Terdampak Likuifaksi

Lebih lanjut Haris menambahkan, nantinya wilayah-wilayah yang terkena dampak fenomena likuifaksi, Pemprov Sulteng tidak akan menjadikannya lahan tidur, bahkan sebagian lahan akan dijadikan monumen dan sebagian lainnya dijadikan ruang terbuka hijau.

"Kami buat monumen gempa, tragedi 28 September. Pokoknya ada tiga titik yang dibangun monumen," tambahnya.

Haris menjelaskan, tahap awalnya kawasan yang terkena dampak likuifaksi, tanah akan diratakan terlebih dahulu. Proses ini rencananya akan segera dilakukan saat masa tanggap darurat berakhir. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: