BPBD Sumsel Gencarkan Modifikasi Cuaca untuk Kendalikan Karhutla

TrubusNews
Binsar Marulitua
08 Okt 2018   23:00 WIB

Komentar
BPBD Sumsel  Gencarkan Modifikasi Cuaca untuk Kendalikan Karhutla

Ilustrasi (Foto : Trubus.id/ M Syukur)

Trubus.id -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menyatakan, peluang keberhasilan melakukan kegiatan terknologi modifikasi cuaca atau hujan buatan untuk mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada Oktober 2018, cukup besar.

"Keberhasilan hujan buatan peluangnya cukup besar karena mulai banyak terdeteksi awan pembawa hujan (kumulonimbus), melihat peluangnya cukup besar kegiatan tersebut akan lebih digalakkan untuk mengendalikan Karhutla yang asapnya akhir-akhir ini mulai dirasakan masyarakat, mengganggu kesehatan dan aktivitas mereka," kata Kepala BPBD Sumsel, Iriansyah, di Palembang, Senin (8/10).

Baca Lainnya : Cegah Karhutla, Sumsel Akan Buat Ratusan Sumur Bor dan Sekat Kanal Baru

Menurutnya, kegiatan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang berhasil dilakukan sepekan terakhir untuk memadamkan Karhutla penyebab kabut asap di sejumlah wilayah Sumsel, akan dilanjutkan. Langkah ini diambil karena musim hujan diprediksi BMKG baru akan terjadi pada November 2018 mendatang.

Dengan terdeteksi terbentuknya awan kumulonimbus yang mendukung untuk kegiatan TMC itu, tim Satgas Pencegahan Penanggulangan Karhutla akan memaksimalkan kegiatan hujan buatan sehingga dapat mencegah terjadinya bencana kabut asap yang parah.

Dia menjelaskan, awan kumulonimbus adalah awan vertikal menjulang yang sangat tinggi, padat, dan terlibat dalam badai petir serta cuaca dingin yang terakumulasi hujan.

Dengan memaksimalkan kegiatan TMC diharapkan, kabut asap yang akhir-akhir ini dirasakan cukup pekat menyelimuti udara Kota Palembang dan sejumlah daerah Sumsel lainnya bisa berangsur menipis kemudian hilang.

Baca Lainnya : Kabut Pekat Selimuti Palembang Pasca Asian Games, Dari Mana Asalnya?

Dia menyatakan, menghadapi kabut asap yang terjadi pada akhir-akhir ini, selain melakukan TMC, pihaknya juga menyiapkan beberapa langkah penanggulangan di antaranya dengan melakukan operasi pemadaman titik api melalui darat dan udara. Operasi pemadaman kebakaran lahan melalui darat dan udara dilakukan secara terpadu oleh petugas BPBD, Manggala Agni, TNI/Polri dan instansi terkait lainnya.

"Khusus untuk melakukan operasi pemadaman Karhutla melalui udara, dilakukan dengan melakukan pengeboman air di titik api yang sulit dijangkau tim operasi darat dengan menggunakan enam helikopter," ujar Iriansyah. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Pemerintah Miliki 20 Alat PCR Covid-19

Peristiwa   08 April 2020 - 14:34 WIB
Bagikan:          

Kabupaten Siak Panen Raya Padi Gogo Seluas 12 Hektare

Peristiwa   08 April 2020 - 12:55 WIB
Bagikan:          
Bagikan: