Mulai 11 Oktober BNPB Hentikan Evakuasi Korban Bencana Sulteng, Kenapa?

TrubusNews
Astri Sofyanti
08 Okt 2018   18:45 WIB

Komentar
Mulai 11 Oktober BNPB Hentikan Evakuasi Korban Bencana Sulteng, Kenapa?

Konferensi pers Tanggap Bencana Sulteng yang dihadiri Yoedhi Swastono Ketua Sub Satgas Luar Negeri Pendampingan Pusat Bencana Gempa Sulteng Kemenkopolhukam, kepala BNPN Willem Rampangilei, Laksamana Muda Achmad Jamaludin Ketua Sub Satgas Pendampingan Pusat Gempa Sulteng, dan kapusdatin humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho. (Foto : Trubus.id/ Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Willem Rumpangilei menyatakan, masa tanggap darurat bencana gempa dan tsunami yang melanda Sulawesi Tengah (Sulteng) akan berakhir 11 Oktober 2018 mendatang. Karena itu, evakuasi akan dihentikan.

“Masa pencarian korban baik yang terjebak di reruntuhan bangunan hingga yang terkubur akibat fenomena likuifaksi akan berakhir 11 Oktober mendatang, evakuasi tidak akan kita lanjutkan,” kata Willem kepada awak media di Gedung Graha BNPB, Pramuka, Jakarta Timur, Senin (8/10).

Baca Lainnya : Di Hari ke 10 Korban Tsunami Palu Sudah Sulit Dikenali, Akankah Pencarian Berhenti?

Willem menjelaskan, pencarian korban aturannya hanya dilakukan selama 14 hari, karena menurutnya jika lebih dari 14 hari kondisi jenazah pasti tidak akan utuh lagi dan sulit dikenali. Selain itu, kondisi korban yang sudah membusuk juga dikhawatirkan bisa memicu penyakit.

“Setelah 14 hari jika tetap dilakukan pencarian korban, justru bisa memicu penyakit, karena kondisi jenazah pasti sudah membusuk,” ucapnya.

Lebih lanjut Willem menjelaskan, masa tanggap darurat ini bisa saja diperpanjang atau akan diubah menjadi masa pemulihan.

Sebagai informasi, masa tanggap darurat itu bisa berhenti berdasarkan beberapa faktor, salah salah satunya kapasitas daerah dalam melayani para korban yang berada di pengungsian kian membaik.

Baca Lainnya : Warga Hunian yang Terdampak Fenomena Likuifaksi akan Direlokasi, Kemana?

"Jadi nanti akan kita evaluasi setelah itu pemerintah dalam hal ini BNPB memberikan supervisi ke Pemda, kita bicarakan dengan Pemda tentunya yang berhak menetapkan adalah Pemda. Setelah tanggal 10 nanti kita evaluasi baru dari sana kita putuskan perlu diperpanjang atau tidak (masa tanggap darurat itu)," tambahnya lagi.

Setelah masa tanggap darurat berakhir, akan ada transisi dari darurat ke pemulihan. Setelah tanggal 11 Oktober 2018 mendatang, akan memasuki masa transisi darurat atau masa tanggap darurat yang akan diperpanjang atau tidak.

Lebih lanjut dikatakan Willem, masa kedaruratan terdiri dari tiga poin. Yang pertama siaga darurat; kedua tanggap darurat, pada masa tanggap darurat selesai akan dianalisis apakah masa tanggap darurat akan dilanjutkan atau tidak, jika tidak dilanjutkan akan masuk ke poin terakhir yakni masa pemulihan. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: