Jokowi Akan Prioritaskan Dana Desa untuk Pengembangan SDM

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
08 Okt 2018   17:45

Komentar
Jokowi Akan Prioritaskan Dana Desa untuk Pengembangan SDM

Presiden Joko Widodo di acara Rapat Koordinasi Pengendalian Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa 2018 di Balairung, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara. (Foto : Doc/ Seskab)

Trubus.id -- Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, ke depannya peruntukan dana desa akan lebih diprioritaskan kepada pembangunan Sumber Daya Masyarakat (SDM), terutama dalam upaya peningkatan keterampilan atau skill.

"Dengan demikian masyarakat di desa mampu mengolah Sumber Daya Alam yang ada di desanya, yang pada akhirnya akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat desa," katanya di Lubukpakam, Senin (8/10).

Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo pada acara Rapat Koordinasi Pengendalian Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa 2018 yang dipusatkan di Balairung, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, yang diikuti 3.000 pendamping desa, pengelola BUMdes dan guru-guru PAUD.

Baca Lainnya : Dana Desa Bisa Dialokasikan untuk Pemberdayaan Lahan Gambut, Asal...

Ia mengatakan, anggaran dana desa ke depannya bukan hanya untuk membangun infrastruktur, namun akan lebih diprioritaskan untuk pembangunan SDM dan pengembangan ekonomi melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMdes).

Langkah ini dinilai lebih tepat guna karena pembangunan SDM masyarakat desa juga sangat penting dalam upaya mendukung pembangunan selama ini yang sudah dilakukan di desa, dan juga yang tidak kalah penting adalah untuk mengurangi angka pengangguran.

Baca Lainnya : 60 Persen Dana Desa Harus Digunakan untuk Pemberdayaan Masyarakat, Ini Contohnya

"Dalam empat tahun terakhir berbagai pembangunan infrastruktur baik berupa jalan desa, jembatan, kantor desa maupun sekolah pendidikan usia dini sudah cukup banyak dilakukan. Ke depan anggaran dana desa akan lebih diprioritaskan pada pembangunan SDM-nya," katanya.

Ia juga menyampaikan, awalnya dana desa banyak yang tidak terserap, mengingat banyak aparatur desa yang belum paham peruntukannya. Namun belakangan ini penyerapannya semakin meningkat seiring semakin pahamnya aparatur desa, ditambah lagi pendamping desa berkualitas yang sebelumnya sudah dibekali berbagai pelatihan.

"Serapan dana desa terus  meningkatt dari tahun ke tahun. Artinya pembangunan desa tidak boleh setengah-setengah melainkan harus betul-betul bermanfaat bagi desa. Dana desa harus tepat sasaran dan tepat guna," katanya. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: