Penegakan Hukum pada Korporasi yang Terlibat Kejahatan Lingkungan Tidak Mudah, Ini Alasannya

TrubusNews
Binsar Marulitua
08 Okt 2018   17:15 WIB

Komentar
Penegakan Hukum pada Korporasi yang Terlibat Kejahatan Lingkungan Tidak Mudah, Ini Alasannya

Direktur Jendral Penegakan Hukum KLHK, Rasio Ridho Sani. (Foto : Trubus.id/ Binsar Marulitua)

Trubus.id -- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat, sepanjang tahun 2015 hingga 2018, pemerintah Indonesia telah berhasil memenangkan gugatan ganti rugi dan biaya pemulihan lingkungan yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap sebesar Rp17,9 triliun. Akan tetapi, penegakan hukum terhadap korporasi tidak mudah karena korporasi memiliki sumber daya yang besar untuk melawan walaupun sudah diputuskan bersalah oleh pengadilan.

"Sampai saat ini, perlawanan hukum kasus kejahatan lingkungan hidup dan kehutanan ada 24 permohonan pra peradilan, 2 gugatan perdata, 3 gugatan TUN, 1 Judicial Review, 3 uji materi. Termasuk penjualan satwa dan tumbuhan ilegal juga ada," jelas Direktur Jendral Penegakan Hukum KLHK, Rasio Ridho Sani di Gedung Manggala Wanabakti, Senin (8/10).

Baca Lainnya : Gugatan PT JJP pada Guru Besar IPB, Bentuk Kriminalisasi Pejuang Lingkungan Hidup

Rasio menjelaskan, untuk menghadapi kejahatan korporasi yang berdampak luar biasa dan sistematis, KLHK telah menindak 518 korporasi yang telah dicabut dikenakan sanksi administratif berupa paksaan pemerintah dan pembekuan izin. Sebanyak 519 kasus pidana proses dan dibawa ke pengadilan, serta 18 perusahaan digugat perdata. 

Sedangkan untuk kasus karhutla, 171 korporasi dikenakan sanksi administrasi, 11 korporasi digugat secara perdata. 5 di antaranya kini telah memiliki kekuatan hukum tetap dengan nilai pertanggungjawaban korporasi sebesar Rp1,4 triliun dan 12 kasus pidana diproses pidana oleh penyidik KLHK.

"Atas keseriusan pemerintah dalam penegakan hukum bersama masyarakat, dalam tiga tahun terakhir telah terjadi penurunan titik panas secara signifikan mencapai 92,45% berdasarkan satelit Terra dan Aqua," terang Ridho lagi. [RN] 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: