Di Hari ke 10 Korban Tsunami Palu Sudah Sulit Dikenali, Akankah Pencarian Berhenti?

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
08 Okt 2018   17:30

Komentar
Di Hari ke 10 Korban Tsunami Palu Sudah Sulit Dikenali, Akankah Pencarian Berhenti?

Bangunan rata dengan tanah usai bencana di Balaroa, Kota Palu. (Foto : Trubus.id/ Thomas Aquinus)

Trubus.id -- Hari ini (8/10), tepat 10 hari pascabencana gempa dan tsunami melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah. Namun demikian, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah belum memutuskan untuk menghentikan proses pencarian korban. Pemprov Sulteng sendiri masih berencana melanjutkan pencarian korban hingga hari ke-14, sesuai ketentuan masa tanggap bencana.

"Kita mau tanya masyarakat, apakah dilanjutkan pencarian atau kita hentikan untuk menghindari dampak penyakit yang ditimbulkan. Sebagian masyarakat menghendaki untuk dihentikan dan lokasi itu dijadikan kuburan massal lalu dibangunkan monumen," terang Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola di Palu, Senin (8/10).

Baca Lainnya : Pencarian Korban Gempa dan Tsunami Difokuskan di 9 Titik di Kota Palu

Lebih lanjut pihaknya menyatakan, pemerintah daerah berserta tim gabungan di lapangan akan melakukan rapat koordinasi terkait mengambil keputusan masa berakhirnya tanggap darurat.

Sementara itu, Longki mengungkapkan, untuk saat ini pencarian korban masih dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi yang ada. Pasalnya jika terlalu lama, dipastikan kondisi jenazah sudah tidak utuh lagi karena sudah beberapa hari tertimbun tanah disertai lumpur.

"Kalaupun ditemukan, korban pasti tidak akan dikenali lagi," lanjutnya.

Baca Lainnya : Sesuai Prosedur, 3 Hari Lagi Proses Pencarian Korban di Sulteng Akan Dihentikan

Ia melanjutkan, selain fokus menyelesaikan pencarian korban, tim penanggulangan bencana juga fokus pada pendistribusian bantuan logistik ke posko-posko pengungsian melalui daerah masing-masing.

"Karena tak mungkin kami mengantar seluruh bantuan logistik ke berbagai daerah sampai ke kelurahan," paparnya.

Lebih lanjut, Longki mengatakan jika masyarakat setuju upaya pencarian dihentikan, maka sejumlah lokasi terdampak paling parah seperi Palu, Petobo, Balaroa, hingga Desa Jono Oge akan dijadikan kuburan massal yang selanjutnya ditetapkan sebagai ruang terbuka hijau karena tidak layak lagi untuk ditempati kembali oleh masyarakat. [RN]

 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: