Upaya BPBD Gorontolo Persiapkan Desa Tanggap Bencana

TrubusNews
Astri Sofyanti
08 Okt 2018   11:31 WIB

Komentar
Upaya BPBD Gorontolo Persiapkan Desa Tanggap Bencana

Ilustrasi simulasi tanggap bencana. (Foto : Pusdalops BPBD Kota Malang - Pemerintah Kota Malang)

Trubus.id -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gorontalo Utara berharap jika setiap desa memiliki rencana penanggulangan bencana (RPB). Apalagi BPBD telah memberikan sejumlah fasilitas di delapan desa dalam penyusunan dokumen RPB.

“Sampai saat ini kami berupaya untuk menfasilitasi dalam penyusunan dokumen RPB," kata Kepala Seksi Pencegahan BPBD Gorontalo Utara, Yayan, Senin (8/10).

Ia berharap RPB segera direalisasikan lantaran 78 dari 123 desa yang ada di Gorontalo berada di daerah pesisir pantai. Oleh karena itu, diperlukan daya dukung RPB, meski daerah itu telah memiliki alat deteksi tsunami yang berlokasi di Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo.

Baca Lainnya : Kepala BMKG: Tanggap Bencana Nasional Harus Berstandar Internasional

Kapasitas alat tersebut harus ditunjang dengan perencanaan sebagai pedoman dalam meminimalisasi dampak bencana yang bisa terjadi kapan saja. Maka dari itu, BPBD segera menyusun kelengkapan dokumen RPB serta kajian risiko bencana (KRB) dan rencana kontijensi (renkon) yang perlu dimiliki pemerintah daerah.

"Tahun depan kita targetkan pemerintah daerah sudah memiliki dokumen-dokumen tersebut. Tidak hanya desa saja yang didorong, namun pemerintah daerah pun telah memilikinya," ujar Yayan.

Guna meminimalisir dampak risiko bencana, akan dilakukan sosialisasi dan simulasi bencana di semua sekolah, baik itu sekolah dasar maupun sekolah menengah pertama di Kecamatan Ponelo Kepulauan.

Baca Lainnya : 30 Juta Orang, Terlibat Dalam Simulasi Tanggap Bencana di HKB 2018

Tak kalah penting, BPBD terus melakukan pengembangan desa tangguh bencana, program lanjutan sejak 2016 yang telah dilaksanakan di Desa Mokonouw, Kecamatan Monano dan Desa Hutokalo, Kecamatan Sumalata.

“Melihat bencana yang terjadi di Sulawesi Tengah, kami berupaya mewujudkan desa-desa yang mampu beradaptasi dan memulihkan diri secara mandiri dari risiko bencana,” ungkapnya.

Oleh karena itu, BPBD melakukan penyebaran informasi peta risiko hingga jalur evakuasi bagi semua warga desa dengan menyusun dokumen RPB dalam rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) desa. [DF]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: