Kementan Akan Ganti Kerusakan Lahan Pertanian Korban Gempa Sulteng

TrubusNews
Syahroni
04 Okt 2018   15:15 WIB

Komentar
Kementan Akan Ganti Kerusakan Lahan Pertanian Korban Gempa Sulteng

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. (Foto : Trubus.id/ Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Kamis (4/10) pagi, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman melepas pengiriman bantuan pangan senilai Rp25 miliar dari Makassar, Sulawesi Selatan untuk pengungsi korban gempa Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (4/10). Bantuan yang diangkut bertahap dengan 500 truk itu berupa aneka macam bahan makanan, terutama yang siap konsumsi.

"Ini semua atas arahan pak (Presiden) Jokowi. Beliau memerintahkan dua hari lalu, segera mengambil langkah untuk mengambil bantuan untuk saudara-saudara kita khususnya pangan," kata Menteri Amran saat pelepasan truk bantuan pangan di Lapangan Sultan Hasanuddin Makassar, Kamis (4/10) pagi.

Selain bantuan dalam bentuk logistik dan finansial, Kementerian Pertanian telah menyiapkan bantuan khusus untuk pertanian untuk para petani yang kena dampak gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Baca Lainnya : Bantu Korban Gempa-Tsunami Palu, Kementan Gelontorkan 300 Truk Beras

Menurut Amran, pihaknya telah menyediakan anggaran khusus buat perbaikan pertanian yang rusak, terutama untuk lahan tanaman pangan, perkebunan dan hortikultura. 

"Kami sudah sediakan bibit. Kami akan alihkan ke Palu. Kalau ada tanaman kakao, cengkeh yang rusak, insya Allah kami siapkan bantuan bibit dan pupuknya," jelas Amran lagi.

Perihal berapa jumlah, Amran belum bisa merinci. Katanya, jumlah bantuan yang akan disalurkan berdasarkan hasil evaluasi timnya, dan berdasarkan kebutuhan. 
"Tapi yang jelas, khusus bibit padi, bibir perkebunan, bibit hortikultura, kami sudah siapkan," tegas Amran.

Baca Lainnya : Kementan Sebut Luas Tanam Tambah di Sulteng Turun, Tapi Belum Tentu Karena Bencana

Sehari sebelumnya, Amran mengatakan, Kementan telah menurunkan tim untuk menghitung luas lahan pertanian di Sulteng yang rusak akibat gempa bumi dan tsunami pekan lalu.

Amran juga menyebutkan, pihaknya juga tengah menyusun langkah rehabilitasi terhadap lahan pertanian yang terdampak bencana.

"Kami melihat kerusakannya seperti apa. Pasti kami beri bantuan melalui APBN, bisa dengan bantuan benih dan mesin pertanian," kata Amran usai memberi kuliah umum di Universitas Negeri Padang (UNP), Rabu (3/10).

Baca Lainnya : 70 Persen Penduduk di Sulawesi Tengah Petani, Alasan Kementan Galang Dana untuk Korban Gempa dan Tsunami di Palu

Selain memberikan bantuan berupa benih dan mesin pertanian, Amran menyebutkan, pihaknya juga menyiapkan upaya rehabilitasi sawah bagi area sawah yang terdampak bencana. 

Berdasarkan data Kementan, ekspor jagung dari Sulteng sudah dimulai dari Pelabuhan Ampana, Kabupaten Tojo Una-una. Tak hanya itu, ekspor jagung dari Gorontalo juga sebagiannya berasal dari Sulteng, terutama dari Kabupaten Buol.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulteng, Trie Iriany Lamakampali sempat menyebutkan, luas tanam dan produksi jagung di Sulteng meningkat terus sejak 2015-2018. Menurutnya, 2018 Sulteng mampu memproduksi jagung sekitar 380.650 ton. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Tiga Desa di Kota Batu Terdampak Angin Kencang

Peristiwa   17 Nov 2019 - 17:06 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: