Jumlah Toilet Minim, Pengungsi Gempa Palu Terancam Penyakit

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
04 Okt 2018   15:30

Komentar
Jumlah Toilet Minim, Pengungsi Gempa Palu Terancam Penyakit

Gempa Palu (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) yang ada di sejumlah lokasi terdampak gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah sangat minim. Kondisi sanitasi yang serba terbatas ini jika tak ditangani bisa menyebabkan para pengungsi terjangkit berbagai wabah penyakit. Di wilayah ini, belum semua lokasi tersedia toilet portable.

Persoalan bukan cuma ketersediaan toilet saja tapi juga pasokan air. Elang, warga Palu, menyebut banyak toilet masih berdiri, tapi toilet tersebut kotor karena pompa air tak teraliri daya listrik.

"Karena sistemnya menggunakan penampungan air, saat listrik mati, air tidak tertampung, sehingga toilet tak bisa dibersihkan," ujar Elang di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (4/10).

Sedangkan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPBD) setempat mengaku, para pengungsi membutuhkan fasilitas MCK sebagai kebutuhan mendesak, selain bahan makanan dan tempat tinggal sementara.

Baca Lainnya: Akankah Jakarta Terkubur oleh Gempa Sunda Megathrust?

Menyikapi kondisi itu, pakar kesehatan lingkungan dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Katharina Oginawati mengugkapkan, fasilitas sanitasi sering kali tak menjadi prioritas dalam penanganan korban bencana alam.

"Ini kondisi darurat, harusnya toilet darurat segera dibangun. Kita sering lamban, tidak jeli melihat ini. Orang buang air tidak bisa ditahan, jadi bisa sembarangan di tanah atau selokan, ini berpotensi menimbulkan wabah penyakit mulai dari diare sampai demam berdarah,” ucapnya.

Baca Lainnya: Takut Tsunami, Warga Pesisir Pantai di Sumba Mengungsi ke Bukit

Katharina menuturkan, pengelolaan sanitasi seharusnya satu bagian dalam pendirian pengungsian. Ia berkata, toilet darurat harus dilengkapi sistem pembuangan limbah yang tepat.

Menurutnya, pembuangan limbah mandi (grey water) dan kakus (black water), kata dia, harus terpisah dan tak menciptakan genangan. Pihaknya menyebut pengelola pengungsian harus memiliki bak khusus, baik septic tank atau biofil.

"Kalau tidak ada pengolahan, akan menggenang. Akibatnya, muncul bau yang mengundang hewan seperti insekta atau tikus. Lalat bisa terbang ke dapur dan kebanyakan, kalau sudah begitu, bisa muncul wabah," ungkapnya.[KW]

 

 

 
 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: