Sangat Mungkin Terjadi Gempa Besar di Jakarta, Waktunya?

TrubusNews
Binsar Marulitua
04 Okt 2018   10:00 WIB

Komentar
Sangat Mungkin Terjadi Gempa Besar di Jakarta, Waktunya?

Peta wilayah berpotensi gempa di Indonesia (Foto : LIPI)

Trubus.id -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, (BMKG) telah mendata lebih dari dari 200 sebaran patahan aktif atau sesar aktif dan enam tumbukan lempeng aktif yang berpotensi memicu terjadinya gempa yang kuat di Indonesia. Akan tetapi, dari teknologi sistem monitoring gempa bumi, sistem processing dan diseminasi penyebaran tidak bisa memprediksi ikwal kapan terjadinya gempa.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan, Jakarta memang  berpotensi diguncang gempa besar dari Sunda Megathrust, tetapi memastikan apakah gempa megathrust Magnitudo 8,7 benar-benar terjadi, kapan, di mana, dan berapa kekuatannya, tidak bisa dilakukan oleh teknologi tercanggih sekalipun saat ini. Tetapi hal yang pasti dilakukan adalah upaya mitigasi yang tepat. 

Baca Lainnya: Akankah Jakarta Terkubur oleh Gempa Sunda Megathrust?

"Masyarakat kita akan terus menjadi korban dari setiap kecemasan. Saya mohon kepada media untuk menjadi kontrol sosial yang memiliki edukasi, bukan mengambil keuntungan  klik dan share pemanfaaatan bias persepsi maupun produksi hoax yang malah meninggi saat gempa. Maaf saya rasa sudah selesai dengan isu ini dan kami tetap pada penjelasan kami " jelas Dwikorita seusai Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi V DPR, di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (03/10).

Peneliti Geofisika dan Kelautan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Nugroho D Ananto mengakui, riset geosains kelautan untuk mengungkap sumber bencana dari laut, yang selama ini sulit karena terkendala faktor infrastruktur, biaya dan sumberdaya manusia. Tetapi, senada dengan BMKG, memprediksi terjadinya gempa adalah suatu hal yang mustahil dilakukan. 

"Tidak ada alat, metode, teknologi untuk memprediksi gempa, dalam arti "memprediksi" koridor  kelender waktu manusia. Kita gak pernah tahu tepatnya sesar sunda itu menghasilkan gempa besarnya kapan, "jelasnya. 

Ia mengatakan orkestrasi 85% gempa bumi besar terjadi pada zona konvergensi lempeng. Khusus sesar aktif di selat sunda, setting lempeng tektonik zona subduksi selat sunda (sunda megathrust). Lempeng yang menujam terdiri dari dua proto-lempeng, Lempeng Hindia dan Lempeng Australia.

Baca Lainnya: Siapkah Jakarta Menghadapi Gempa Bumi Megathrust M 8,7

Lempeng yang tertujam (overriding plate) juga terdiri dari dua mikro-lempeng, Lempeng Sunda dan Lempeng Burma. Pergerakan relatif subduksi bermacam-macam sepanjang strike tapi umumnya oblique yang kuat. Komponen strike-slip dari konvergen oblique diakomodir oleh perpindahan yag terjadi pada Sesar Sumatera, sedangkan komponen dip-slip  oleh Sunda megathrust.

Geometri megathrust sunda berbentuk curviplanar, di mana membentuk sebuah busur jika dilihat dari atas, dan juga mengalami peningkatan dip dimulai dari palung mendekati garis pantai sumatra. Seperti contoh, dip dibawah Kepulauan mentawai adalah sebesar 15-20 derajat dan mencapai 30 derajat di garis pantai sumatra.

"Jadi sangat memungkinkan terjadinya gempa besar di wilayah Jakarta. Waktunya?, Tuhan yang tahu," tambahnya [KW]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: