3,8 Juta Masyarakat Indonesia Berisiko Terhadap Ancaman Bencana Tsunami

TrubusNews
Syahroni
03 Okt 2018   23:00 WIB

Komentar
3,8 Juta Masyarakat Indonesia Berisiko Terhadap Ancaman Bencana Tsunami

Tsunami melanda Kota Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9) lalu. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Beberapa kawasan di Indonesia rawan mengalami bencana. Kawasan Timur Indonesia yang dilintasi 3 lempeng tektonik aktif disebut sebagai kawasan paling rawan bencana gempa dan tsunami.

Kepala Pusat Data dan Informasi Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugoro menyebut, meski rawan tsunami, namun sayangnya di daerah tersebut mamsih minim penelitian, sarana prasarana, sosialisasi dan mitigasi tsunami.

Baca Lainnya : Minim Anggaran, Peringatan Dini Tsunami di Indonesia Masih Andalkan

Sutopo memaparkan, saat ini 3,8 juta jiwa penduduk Indonesia sebenarnya beresiko terhadap ancaman bencana tsunami. Jumlah ini lebih besar dari jumlah penduduk Indonesia yang beresiko terancam gempa bumi yang diprediksi berjumlah 148,4 juta jiwa.

Sutopo menyebut, bencana tsunami beresiko lebih besar mengancam jiwa masyarakat Indonesia karena waktu menyelamatkan diri yang disebutnya sangat sempit. 

"Waktu untuk menyelamatkan diri hanya 30 menit hingga 40 menit. Karena itu, mitigasi bencana tsunami penting," ujarnya saat menggelar jumpa pers terkait gempa dan tsunami Sulawesi Tengah di kantor BNPB Jakarta, Rabu (3/10).

Baca Lainnya : Peneliti LIPI Sepakat Sulit Prediksi Terjadinya Gempa dan Tsunami di NKRI

Ia memberi contoh, saat gempa 7,8 SR yang diikuti tsunami setinggi 36 meter di Flores, 12 Desember 1992 silam, jarak waktu antara gempa dan datangnya tsunami hanya lima menit. Dampaknya, 2.600 orang tewas dan dinyatakan hilang.

Ia menjelaskan, dekatnya jarak antara gempa dan datangnya tsunami terjadi karena tsunami di Indonesia bersifat lokal. Artinya sumber gempa pemicu tsunami tersebut berada di sekitar wilayah Indonesia. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Jokowi: Sekarang Semua yang Keluar Rumah Harus Pakai Masker

Peristiwa   06 April 2020 - 17:02 WIB
Bagikan: