Ini 7 Prioritas Penanggulangan Bencana Gempa Donggala dan Tsunami Palu

TrubusNews
Binsar Marulitua
02 Okt 2018   22:00 WIB

Komentar
Ini 7 Prioritas Penanggulangan Bencana Gempa Donggala dan Tsunami Palu

Diskusi penanganan gempa-tsunami Palu di Forum Merdeka Barat9. (Foto : Trubus.id/ Binsar Marulitua)

Trubus.id -- Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) , Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, dalam masa tanggap darurat hingga 14 hari ke depan, ada 7 prioritas penanganan yang menjadi fokus penanggulangan bencana Donggala - Palu. 

"Ketujuh fokus tersebut adalah yang pertama melanjutkan evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban; penanggulangan medis dan jenazah; percepatan pemulihan jaringan listrik; percepatan pasokan BBM; percepatan jaringan komunikasi; koordinasi bantuan asing," jelas Sutopo di gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Selasa (2/10).

Sutopo menjelaskan, untuk hal fokus pertama yakni evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban, telah dikerahkan 16 unit alat berat untuk membantu evakuasi. Tambahan personil SAR terus berdatangan (TNI, Polri, Basarnas, Kementerian ESDM).

Baca Lainnya : Instruksi Presiden dalam Penanganan Gempa dan Tsunami yang Harus Jadi Prioritas

"Jumlah personil saat ini 6.399 (3.169 TNI, 2.033 Polri, 111 relawan, 1.086 dari K/L dan Pemda). Alutsista (2 KRI, 3 Heli, 5 Pesawat) dan akan ditambah lagi. Alat berat akan didatangkan dari Mamuju, Gorontalo, Poso Balikpapan," jelasnya.

Fokus penangan yang kedua adalah Penanganan medis dan jenazah. Untuk itu saat ini, pemerintah telah mendirikan rumah sakit lapangan. Selain itu jenazah yang dimakamkan sudah diidentifikasi cepat dengan difoto wajah dan ciri-ciri tubuh korban.

"Pada Selasa (2/10) sudah dimakamkan 153 jenazah (di TPU Pabaya 114, Pentoloan 35, Petobo 2, Jl Ongko Malino 2). Pada Selasa (2/10) juga sudah disiapkan 15 truk dan 1.000 kantong mayat untuk pemakaman jenazah. Jumlah jenazah yang akan dimakamkan disesuaikan dengan kondisi yang ada, " tegasnya.

Sedangkan untuk  percepatan pemulihan jaringan listrik saat ini, 2 dari 7 Gardu Induk telah beroperasi yakni GI Poso dan GI Pamona. Dua GI telah dicek dan aman. Standby menunggu kesiapan transmisi sedangkan 3 GI dalam proses pemulihan. Selain itu 30 genset mobile juga sudah terkirim dan beroperasi dari rencana 162 unit yang sisanya dalam proses pengiriman.

"371 personil PLN masih memperbaiki Gardu Induk dan jaringan listrik di wilayah Sulawesi. 12 alat berat (crane) sudah di lokasi," ungkapnya lagi.

Fokus percepatan pasokan BBM saat ini telah dilakukan dari Terminal BBM: Poso, Moutong, Toli-Toli dan Pare-Pare. Ada 10 mobil tanki BBM dari Pare-Pare telah tiba di Kota Palu pagi ini. Sebuah mobil tanki Avtur diarahkan ke Bandara Palu. Selanjutnya, 4.000 liter solar dengan pesawat.

Baca Lainnya : Presiden Jokowi: Perbaiki Segera Alat Pendeteksi Tsunami

Selanjutnya Distribusi logistik dan permakanan untuk pengungsi bantuan logistik mulai berdatangan yang diangkut dengan pesawat Hercules TNI AU dan jalur darat.

Ditambahkan Sutopo, bantuan mulai berdatangan dikirim dengan pesawat cargo ke Makassar kemudian dilanjutkan melalui kapal menuju Palu. Sedangkan pelabuhan Pantoloan digunakan sebagai terminal penumpang dan gudang logistic. 

"7 dapur umum telah didirikan," ucapnya lagi.

Langkah priortas yang ketujuh adalah koordinasi Penerimaan Bantuan Asing. Kemenko Polhukam akan koordinasi bantuan luar negeri untuk gempa Sulawesi. Indonesia menekankan saat ini hanya butuh 6 bentuk kebutuhan, yaitu: Air Transportation, Tent, Water Treatment, Generator, Field hospital & Fogging.

"Saat ini  sudah ada 26 negara dan 2 Organisasi Internasional yang tawarkan bantuan Air transportation menjadi prioritas dari semua bentuk bantuan (c130)," tutupnya. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: