Kementan Sebut Luas Tanam Tambah di Sulteng Turun, Tapi Belum Tentu Karena Bencana

TrubusNews
Syahroni
01 Okt 2018   22:30 WIB

Komentar
Kementan Sebut Luas Tanam Tambah di Sulteng Turun, Tapi Belum Tentu Karena Bencana

Areal perkebunan terdampak tsunami di Sulteng. (Foto : Doc/ Reuters)

Trubus.id -- Provinsi Sulawesi Tengah cukup terkenal karena beberapa komoditas pertaniannya. Selain padi dan jagung, wilayah ini juga menjadi daerah unggulan penghasil kelapa dan kakao. Hal itu disampaikan Irmiyati Rahmi Nurbahar, Direktur Tanaman Tahunan dan Penyegar, Ditjenbun, Kementerian Pertanian. 

Pascagempa dan tsunami yang melanda wilayah ini, ia mengaku pihaknya memang belum bisa memberikan laporan atau perhitungan daerah pertanian yang terdampak. Masalah komunikasi yang menjadi kendalanya. 

Baca Lainnya : Sentra Pertanian di Palu Rusak Parah, Tapi Tak Pengaruhi Stok Pangan Nasional

"Kami belum bisa memastikan karena belum bisa komunikasi dengan dinas provinsi dan kabupaten," terangnya pada wartawan, Senin (1/10).

Hal senada juga disampaikan Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Sumarjo Gatot Irianto. Di Kantor Kementerian Pertanian ia mengungkapkan, pihaknya memang belum memiliki data terinci akan dampak bencana alam yang menimpa Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah pada pertanian.

Gatot menjelaskan, dari seluruh area yang terkena gempa, baru dua area yang menyampaikan laporan kondisinya. Sedangkan untuk tanaman jagung, menurutnya belum ada laporan yang menunjukkan penurunan signifikan.

Baca Lainnya : 70 Persen Penduduk di Sulawesi Tengah Petani, Alasan Kementan Galang Dana untuk Korban Gempa dan Tsunami di Palu

"Belum ada data detail, tapi laporan Luas Tanam Tambahan-nya (LTT) turun sedikit, 500-600 hektare jadi 450 ha per provinsinya untuk padi," kata Gatot di hari yang sama.

Namun ditegaskan, penurunan LTT tersebut belum tentu karena bencana. Ia menyebut, penurunan LTT lebih karena Kementan belum mendapatkan data terinci nasional, dan spesifik untuk area Sulawesi Tengah.

"LTT turun bukan karena bencana tapi karena belum terdata, bencana tidak menyebabkan produksi turun," tegasnya. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: