Ribuan Korban Gempa Masih Tertimbun di Palu dan Sigi

TrubusNews
Binsar Marulitua
01 Okt 2018   13:45 WIB

Komentar
Ribuan Korban Gempa Masih Tertimbun di Palu dan Sigi

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Ribuan korban gempa bumi di Palu, Donggala, dan Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, diperkirakan masih banyak yang tertimbun tanah dan bangunan di dua lokasi.

"Kami belum identifikasi di Perumnas Balaroa dan Kelurahan Petobo karena lokasinya sangat parah," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu, Fresly Tampubolon di Palu, Senin (1/10). 

Dua daerah tersebut, yakni Balaroa dan Petobo, merupakan pusat kerusakan paling dahsyat. Di dua wilayah ini, banyak rumah dan fasilitas publik tertimbun tanah bak ditelan bumi.

Baca Lainnya : Persediaan Logistik Pengungsi Gempa dan Tsunami Sulteng Kian Menipis

Menurut sejumlah saksi, beberapa detik setelah gempa 7,4 SR mengguncang Palu, wilayah kelurahan itu terlihat semburan air yang cukup tinggi, lalu tiba-tiba permukaan tanah menurun sehingga ikut menarik seluruh benda di atasnya.

Bahkan, beberapa bangunan seperti masjid bergeser jauh sekitar 50 meter dari posisi semula.

"Istri dan anak-anak saya tidak bisa diselamatkan. Saya perkirakan mereka terperangkap dalam rumah lalu digulung tanah," kata Husnan, salah seorang keluarga korban.

Saat kejadian, Husnan sedang berada di kantor, sedangkan istri dan anak-anaknya ada di rumah.

Baca Lainnya : Usai Tsunami Ratusan Rumah di Petobo, Sulteng Masih Tertimbun Lumpur

Kondisi yang sama juga terjadi di Kelurahan Kawatuna. Namun di lokasi itu, timbunan bangunan disertai air sehingga belum memungkinkan disentuh oleh tim penanggulangan bencana.

Wakil Wali Kota Palu, Sigit Purnomo Said mengatakan, belum tersentuhnya dua titik bencana terparah itu karena akses yang terputus. Sigit mengatakan tim penanggulangan bencana memprioritaskan lokasi bencana yang dapat dijangkau cepat.

Hingga hari ketiga pascagempa, jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 1.203 orang, sedangkan titik pengungsian mencapai 324 lokasi yang diperkirakan mencapai 18 ribu orang. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: