Jaringan Komunikasi Lumpuh, BMKG Akui Alat Pemantau Tsunami di Palu Tak Berfungsi Optimal

TrubusNews
Astri Sofyanti
01 Okt 2018   14:00 WIB

Komentar
Jaringan Komunikasi Lumpuh, BMKG Akui Alat Pemantau Tsunami di Palu Tak Berfungsi Optimal

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Badan Meteologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hary Tirto Djatmiko mengakui bahwa alat pemantau ketinggian gelombang tsunami yang dimiliknya tak bekerja dengan optimal ketika terjadi gempa di Palu-Donggala, Sulawesi Tengah.

Hary menuturkan, alat pemantau milik BMKG itu tak bekerja dengan maksimal karena saat terjadinya gempa jaringan komunikasi dan listrik di Kota Palu lumpuh. Sehingga membuat alat canggih ini kurang maksimal bekerja ini justru pemantau ketinggian gelombang tsunami, bukan alat deteksi tsunami.

Baca Lainnya : Usai Palu-Donggala, Gempa juga Terjadi di Ambon, Majane dan Blitar

"Untuk alat peringatan dini bekerja dengan baik, mungkin yang dimaksudkan (tidak berfungsi) alat pemantau ketinggian gelombang atau tide gauge," kata Hary kepada wartawan di Jakarta, Senin (1/10).

Untuk itu, pihaknya menegaskan bahwa alat pendeteksi tsunami di palu saat ini kondisinya sudah berjalan dengan baik, hal ini karena jaringan telekomunikasi di Palu mulai membaik.

Baca Lainnya : Akses Menuju Kota Palu Mulai Terbuka

"Alat tersebut tetap berfungsi namun dikarenakan jaringan komunikasi dan listrik lumpuh terutama di sekitar Donggala dan Palu maka seolah-olah kurang optimal," pungkasnya.

Sebelumnya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis jumlah korban meninggal dunia dilaporkan mencapai 832 orang, dengan rincian di Kota Palu 821 orang dan 11 orang di Kabupaten Donggala. Kemudian yang mengalami luka berat sebanyak 540 orang dan 16,732 orang masih berada di posko-posko pengungsian. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: