Usai Tsunami Ratusan Rumah di Petobo, Sulteng Masih Tertimbun Lumpur

TrubusNews
Astri Sofyanti
01 Okt 2018   11:00 WIB

Komentar
Usai Tsunami Ratusan Rumah di Petobo, Sulteng Masih Tertimbun Lumpur

Ratusan bangunan tertimbun lumpur di kelurahan Petobo (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Usai gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo dan tsunami yang melanda Palu-Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), Jumat (28/9) lalu, kondisi di sejumlah daerah terdampak sangat memprihatinkan.

Seperti yang terjadi di Kelurahan Petobo, Kota Palu, keadaannya saat ini ratusan rumah masih tertimbun lumpur hitam usai diguncang gempa.

Berdasarkan laporan wartawan di Lapangan, lumpur hitam yang menimbun ratusan rumah warga ini berasal dari tanggul kali yang berada di bagian timur Kelurahan Petobo, tepatnya di Jalan H.M. Soeharto, Kelurahan Petobo.

Baca Lainnya: Ingin Bantu Korban Gempa Donggala dan Tsunami Palu? Ini Kebutuhan Mendesak Mereka

Tanggul tersebut dilaporkan roboh akibat guncangan gempa berkekuatan dahsyat tersebut. Sesaat sesudah gempa terjadi, sekitar pukul 18.07 WITA, lumpur hitam langsung mmenerjang rumah-rumah warga.

Saat lumpur hitam menerjang ratusan rumah warga, banyak warga yang beragama muslim tengah berada di masjid untuk menunaikan ibadah shalat magrib. Sedangkan sebagian warga lainnya berada di dalam rumah, sehingga banyak warga tak memiliki waktu untuk menyelamatkan diri karena terjangan lumpur hitam datang secara tiba-tiba.

Warga yang sempat menyelamatkan diri dari terjangan lumpur hitam langsung menuju ke barat atau utara dan selatan Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan. Namun, hanya sebagian kecil warga yang dapat menyelamatkan diri dari peristiwa tersebut.

Baca Lainnya: Fasilitas Transportasi di Palu Diutamakan Untuk Kemanusiaan

Terjangan lumpur hitam setinggi lima meter ini membuat bangunan rumah dan infrastrukur umum porak-poranda.

Hingga Senin (1/10) upaya pencarian korban belum dilakukan. Warga Petobo yang selamat telah berada di pengungsian di Desa Ngatabaru, Loru, dan Parovo, Kawatuna.

Para pengungsi di Desa Ngatabaru, Loru, dan Parovo saat ini membutuhkan bantuan berupa pakaian, pembalut, air minum, makanan, hingga obat-obatan. [KW]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Menteri ESDM: Pemotongan Subsidi LPG 3 Kg Masih Kajian

Peristiwa   18 Jan 2020 - 14:11 WIB
Bagikan: