Akses Jalan Rusak Hingga Cuaca Buruk Jadi Kendala Tenaga Medis Tangani Korban Gempa dan Tsunami Palu

TrubusNews
Astri Sofyanti
01 Okt 2018   08:49 WIB

Komentar
Akses Jalan Rusak Hingga Cuaca Buruk Jadi Kendala Tenaga Medis Tangani Korban Gempa dan Tsunami Palu

Korban luka-luka terdampak gempa Palu (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) mengerimkan sejumlah tenaga medis dan obat-obatan yang dibutuhkan untuk membantu korban bencana gempa 7,7 magnitudo dan tsunami yang melanda Palu-Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) pada, Jumat (28/9) lalu.

Tenaga kesehatan yang dikirim ke Palu oleh Kemenkes terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, hingga perawat untuk menolong korban di Palu dan sekitarnya. Dalam pelaksanaannya banyak kendala yang dihadapi tenaga medis, terutama terkait dengan akses.

Tenaga medis yang dikirim ke Palu, berasal dari sejumlah daerah di Indonesia, sebagian besar berasal dari Pulau Jawa.

Menteri Kesehatan RI Prof Dr dr Nila Faried Moeloek, SpM(K) meminta agar para tenaga medis memprioritaskan penanggulangan bencana, dengan melakukan evakuasi dan penanganan medis bagi korban bencana. Sayangnya, para tenaga medis menghadapi kesulitan akses jalan yang rusak akibat guncangan gempa dahsyat.

Baca Lainnya: Respon Gempa Donggala, Kemenpar Aktifkan Tim Pusat Krisis Pariwisata

"eskipun terkendala oleh akses, tim kesehatan harus berupaya dengan segala cara untuk sampai ke Kabupaten Donggala dan Kota Palu," demikian disampaikan Menkes Nila melalui siaran pers yang diterima, Senin (1/10).

Selain itu, tim medis juga harus memastikan agar diri sendiri aman terlebih dahulu. Hal ini sangat penting demi mudahnya membantu para korban bencana.

Selain akses, kendala lain yang dihadapi tenaga medis adalah ancaman cuaca buruk. Gempa susulan dan hujan bisa terjadi kapan saja, kondisi ini sangat menggangu kinerja tim medis.

Baca Lainnya:Setelah Donggala, Gempa 5,5 Magnitudo Juga Guncang Sigi Sulteng

"Gempa dan tsunami susulan dapat terjadi kapan saja. Untuk memastikan semua korban tertangani, kami terus siagakan dokter dan tenaga kesehatan lainnya di lokasi gempa," ucap Nila.

Berdasarkan laporan Pusat Krisis Kesehatan, tiga hari pasca-gempa dan tsunami, sudah lebih dari 500 orang korban luka berat dan luka ringan Mereka telah ditangani dengan baik oleh tenaga medis, lalu dirawat di rumah sakit.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Jokowi Perintahkan Perkuat Ekonomi Desa di Tengah Pandemi

Peristiwa   25 Sep 2020 - 09:39 WIB
Bagikan:          
Bagikan: