Halohola Wujud Pemerataan Pendidikan di Daerah oleh Kemendes PDTT

TrubusNews
Thomas Aquinus | Followers 2
30 Sep 2018   08:00

Komentar
Halohola Wujud Pemerataan Pendidikan di Daerah oleh Kemendes PDTT

Kemendes PDTT kenalkan Halohola kepada murid di Kabupaten Kupang (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melalui Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (Ditjen PDT) program percontohan pengenalan peralatan Halohola di SMA Negeri 1 Semau, Pulau Semau, Kabupaten Kupang. HaloHola sendiri adalah alat distribusi konten untuk edukasi berbasis digital yang dapat diakses tanpa paket internet.

"Kami bekerja sama dengan Tim Halohola mengenalkan alat ini untuk membantu akselerasi akses pendidikan di daerah tertinggal. Setelah Kupang, kami akan mencobanya di Kabupaten Mappi, Papua. Pilot project ini akan ada di beberapa daerah tertinggal," ujar Direktur Jenderal PDT Samsul Widodo, dalam keterangan tertulis.

Akses jarak tempuh sekolah yang mencapai 90 menit dari Pelabuhan Semau serta kondisi sinyal yang masih sulit, Halohola diupayakan menjadi jalan keluar alternatif sumber pembelajaran bagi siswa SMP dan SMA. Pengaplikasian HaloHola dilakukan dengan menggunakan wifi dan streaming offline tanpa perlu menggunakan paket data/pulsa/sinyal pada telepon pintar.

Baca Lainnya : Kemendes PDTT Andalkan Smart Farming 4.0 Untuk Bertani Lebih Tepat

"Materi bahan ajar yang ada di dalam alat Halohola tersebut telah menyesuaikan dan mengunduh materi-materi sesuai dengan standar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Kami juga tambahkan materi-materi lain yang dapat memperkaya wawasan dan pengetahuan para pelajar," ujar Samsul.

Samsul juga mengatakan, dirinya akan terus bersinergi dengan kementerian maupun lembaga lain baik pusat maupun daerah guna memperkaya konten yang ada di dalam alat Halohola tersebut. Dijelaskannya, hal tersebut merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan akses ilmu pengetahuan bagi para pelajar yang ada di daerah tertinggal.

Baca Lainnya : Kembangkan Pemukiman di Kaltara, Kemendes PDTT Kirim 21 KK Transmigran Asal DIY

"Beberapa waktu lalu kami juga berkomunikasi dengan Kementerian Agama. Mereka cukup tertarik dan akan mencoba mengaplikasikannya di pesantren-pesantren. Kontennya nanti bisa menyesuaikan," ujarnya.

Saat dikenalkannya alat Halohola di SMA Negeri 1 Semau, antusiasme murid maupun guru di sekolah tersebut sangat tinggi. Dikatakan salah satu guru di sekolah, HaloHola sangat bermanfaat untuk guru dalam memberikan materi ajar kepada murid. Kelebihan lainnya adalah, materi yang diajarkan melalui alat digital tersebut juga sangat menarik dan mudah dimengerti.

Sebelumnya, Dirjen PDT mengungkapkan “Program Halohola ini terinspirasi dari program kirim budi yang dikampanyekan oleh Najeela Shihab dengan mengirimkan flashdisk untuk masyarakat daerah terpencil”. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: