Respon Gempa Donggala, Kemenpar Aktifkan Tim Pusat Krisis Pariwisata

TrubusNews
Binsar Marulitua
29 Sep 2018   20:15 WIB

Komentar
Respon Gempa Donggala, Kemenpar Aktifkan Tim Pusat Krisis Pariwisata

Gempa Donggala (Foto : Binsar Marulitua/trubus.id)

Trubus.id -- Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengaktifkan Tim Pusat Krisis Pariwisata atau "Tourism Crisis Center" (TCC) sebagai respon cepat atas gempa bumi berkekuatan 7,4 SR yang mengguncang Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Kepala Bagian Manajemen Krisis Kepariwisataan Kementerian Pariwisata Dessy Ruhati ,mengatakan TCC diaktifkan untuk memantau perkembangan bencana dan berkoordinasi dengan seluruh badan penanggulangan bencana, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah, berbagai pemangku kepentingan pariwisata, dan pihak terkait di provinsi sekitarnya.

"Ini juga untuk mengumpulkan informasi tentang ekosistem pariwisata terdampak," katanya di Jakarta, Sabtu (29/9). 

Baca Lainnya: Usai Gempa, Hari Ini TNI Pantau Donggala Melalui Udara

Gempa bumi berkekuatan 7,4 SR mengguncang Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah, pada 28 September 2018 pukul 17.02 WIB, dan diikuti oleh beberapa gempa susulan dengan skala yang lebih kecil. 

Beberapa menit kemudian, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Indonesia (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami yang kemudian dicabut pada pukul 17.36. 

Meski demikian, tsunami setinggi 1,5 hingga 2 meter sempat menerjang kota Donggala dan Palu.

BNPB, BPBD, BASARNAS, TNI dan instansi terkait terus bekerja untuk menangani kerusakan dan korban. 

Baca Lainnya: Gempa Putus Jaringan Komunikasi dan Listrik di Donggala

Pada Jumat (28/9), AirNav Indonesia secara resmi menyakatan bahwa Bandara Mutiara SIS Al Jufrie Airport di Palu ditutup hingga 29 September 2018 pukul 19.20 WITA.

Ia menegaskan pemerintah terus berupaya untuk memulihkan layanan telekomunikasi di area terdampak gempa agar pihak-pihak terkait dapat memberikan informasi yang akurat kepada publik. 

"TCC mengimbau wisatawan untuk memperbarui informasi dari situs atau akun media sosial resmi pemerintah seperti @infoBMKG dan @BNPB_Indonesia," katanya
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: