Begini Penjelasan Badan Geologi Soal  Penyebab Rentetan Gempa di Sulteng

TrubusNews
Binsar Marulitua
29 Sep 2018   13:30 WIB

Komentar
Begini Penjelasan Badan Geologi Soal  Penyebab Rentetan Gempa di Sulteng

Kondisi pesisir Teluk Palu setelah tsunami (Foto : Ig: polman_update)

Trubus.id -- Berdasarkan posisi dan kedalaman pusat gempa, maka kejadian gempa bumi di Sulawesi Tengah tersebut disebabkan oleh aktivitas sesar aktif pada zona sesar Palu-Koro yang berarah barat laut - tenggara.

Data dari Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang  dipantau Sabtu (29/9), menyebutkan tim tanggap darurat bencana diberangkatkan untuk memantau langsung kondisi pasca gempa. 

Dilihat dari kondisi geologi sekitar, goncangan gempa bumi telah melanda daerah Kabupaten Donggala. Wilayah di sekitar pusat gempa pada umumnya disusun oleh batuan berumur pra Tersier, tersier dan kuarter. 

Baca Lainnya: Donggala Kembali di Hantam Gempa Kekuatan Besar Magnitudo 7,7

Batuan berumur pra Tersier dan Tersier tersebut sebagian telah mengalami pelapukan. Batuan berumur pra tersier dan tersier yang telah mengalami pelapukan dan endapan kuarter tersebut pada umumnya bersifat urai, lepas, lunak, belum kompak (unconsolidated), bersifat memperkuat efek goncangan gempa, sehingga rawan terhadap goncangan.

Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat. 

Baca Lainnya: Gempa Donggala Tewaskan 1 Warga, BMKG Cabut Peringatan Dini Tsunami

Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, yang energinya lebih kecil dari kejadian gempa bumi utama.

Gempa bumi utama dengan kekuatan M7,7 terjadi pada tanggal 28 September 2018, pukul 17:02:44 WIB, dengan episenter pada koordinat 119,85 derajat BT; 0,18 derajat LS, dan kedalaman 10 km, yang diawali dengan kejadian gempa awal dan diikuti oleh serangkaian kejadian gempa susulan di daerah Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan: