Ratusan Hektare Persawahan di Kupang Mengering

TrubusNews
Binsar Marulitua
29 Sep 2018   12:00 WIB

Komentar
Ratusan Hektare Persawahan di Kupang Mengering

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Ratusan haktare areal persawahan di Desa Oesao, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur mengalami kekeringan. Bencana ini adalah dampak dari kemarau panjang yang sedang melanda Pulau Timor saat ini.

"Ratusan haktare areal persawah di Oesao memang tidak dikerjakan oleh para petani karena ketiadaan air sejak daerah ini dilanda musim kemarau," kata Penjabat Sekda Kabupaten Kupang, Maclon Joni Nomseo di Oelamasi, Jumat (28/9) kemarin.

Baca Lainnya : Alami Kekeringan Parah 1.000 Tangki Air Tak Bisa Penuhi Kebutuhan Air Warga NTT

Menurut Maclon, cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Kupang telah berdampak luas menyebabkan ratusan haktare lahan persawahan di Oesao, Kecamatan Kupang Timur tidak bisa diolah. Dia juga menjelaskan bahwa saat ini sejumlah sumber air irigasi untuk areal persawahan Oesao semuanya mengalami kekeringan.

Maclon mengaku belum mengetahui secara persis apa saja upaya dilakukan Dinas Pertanian setempat untuk menangani kekeringan lahan persawahan Oesao.

Sementara itu, Yunus Henuk, salah seorang petani di Oesao juga mengakui tidak bisa berdaya mengolah areal sawahnya, karena tak ada lagi sumber irigasi yang menopangnya.

Baca Lainnya : 11 Kabupaten di NTT Alami Kekeringan Ekstrem

"Pada musim kemarau kami tidak bisa mengolah lahan persawahan ini karena kesulitan pendapatkan air. Kami memiliki sumur bor namun debit air kecil sehingga tidak mampu mengairi areal persawahan yang luas," kata Henuk.

Henuk mengaku, pada musim kemarau hanya menanam tanaman jagung dalam lahan terbatas.

"Kami terpaksa menanam jagung dan kacang-kacangan dengan memanfaatkan air dari sumur bor yang debitnya sangat kecil," kata Henuk. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: