Karhutla di Riau Diprediksi Menurun Mulai Oktober hingga November

TrubusNews
Syahroni
28 Sep 2018   18:45 WIB

Komentar
Karhutla di Riau Diprediksi Menurun Mulai Oktober hingga November

Ilustrasi (Foto : Trubus.id/ M Syukur)

Trubus.id -- Dalam dua hari terakhir, kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau, menyelimuti Kota Pekanbaru dan Kabupaten Pelalawan. Kondisi ini disebut tidak akan bertahan lama karena awal Oktober ini Riau sudah masuk musim hujan sehingga diprediksi tidak rawan kebakaran.

"Puncaknya akan terjadi pada November, Riau merata hujannya," kata Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru, Sukisno, Jum'at (28/9) siang.

Dia menjelaskan, sebagian wilayah Riau, khususnya di Rokan Hulu, Kampar dan Kota Pekanbaru, sudah mulai terjadi hujan meskipun sifatnya masih lokal. 

Baca Lainnya : Sepanjang 2018, Kebakaran di Riau Musnahkan 5.131,46 Hektare Lahan

"Jadi asap yang ada sekarang ini merupakan kiriman dari Kabupaten Indragiri Hilir," kata Sukisno.

Sukisno menyampaikan, pada Jum'at pagi pihaknya memakai satelit mendeteksi 32 titik panas di Riau. Jumlah ini terpantau di Kabupaten Indragiri Hulu dua titik, Pelalawan dua titik dan sisanya di Indragiri Hilir 28 titik panas.

"Kalau fire spot atau titik api dari jumlah titik panas yang terdeteksi itu ada 29. Level kepercayaan titik api itu di atas 70 persen yang terdapat di Kabupaten Indragiri Hulu dua titik dan 27 titik api di Indragiri Hilir," kata Sukisno.

Di samping itu, kabut asap yang menyelimuti Pekanbaru sejak Kamis, 27 September 2018, belum merubah kondisi udara. Pantauan di dua alat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang berada di Jalan Nangka dan Jenderal Sudirman, masih menunjukkan baik.

Baca Lainnya : Riau Dominasi Sebaran Titik Panas di Sumatera

Di sisi lain, Karhutla yang terjadi sejak awal tahun di Riau menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah membakar lebih kurang 5.131,46 hektare lahan terbakar.

Menurut Kepala BPBD Riau, Edwar Sanger, Karhutla di Riau merata terjadi di setiap kabupaten dan kota di Riau. Paling luas di Kabupaten Rokan Hilir sebanyak 1.980,35 hektare, berikutnya Kepulauan Meranti 953,56 hektare, Bengkalis 575, 95 hektare dan Kota Dumai 512,25 hektare lahan terbakar.

"Sisanya di Rokan Hulu 97 hektare, Siak 155,75 hektare, Kota Pekanbaru 52,6 hektare, Kampar 126,5 hektare, Pelalawan 226 hektare, Indragiri Hulu 406 hektare dan Indragiri Hilir 45,5 hektare," kata Edwar. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: