13 Ribu Lebih Anak-anak di Situbondo Menderita Stunting

TrubusNews
Astri Sofyanti
28 Sep 2018   22:30 WIB

Komentar
13 Ribu Lebih Anak-anak di Situbondo Menderita Stunting

Ilustrasi stunting pada anak. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Stunting merupakan kondisi di mana anak gagal tumbuh. Di Indonesia, angka penderita stunting sendiri masih cukup tinggi. Meski begitu, terjadi penurunan jumlah anak penderita stunting di Indonesia setiap tahunnya.

Salah satu wilayah yang masih banyak ditemukan balita stunting adalah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Jumlah balita yang menderita stunting di wilayah ini masih terbilang cukup tinggi yakni lebih dari 13 ribu anak. Karena itu Situbondo menduduki peringkat 3 tertinggi di Jawa Timur.

Baca Lainnya : Menkes Ajak Masyarakat Indonesia Perangi Stunting

Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo mencatat, berdasarkan data Februari 2018 atau yang masuk sebanyak 58 persen, dari jumlah 44.386 balita tercatat sebanyak 30,3 persen balita yang memiliki tinggi tidak sesuai umur (balita pendek) atau sebanyak 13.438 balita menderita stunting.

Maraknya kasus penderita stunting di Situbondo terjadi karena masih banyak ibu hamil kekurangan asupan gizi serta masih menjalani pola hidup yang buruk sehingga bayi yang dilahirkan cenderung mengalami stunting. Untuk memberikan pemahaman terkait pencegahan balita pendek, Dinkes Situbondo telah menggencarkan sosialisasi melalui puskesmas dan posyandu yang bekerja sama dengan lintas sektor dan lintas program.

Baca Lainnya : Cegah Stunting, Kemendikbud Bikin Kelas Parenting di 92 Kabupaten

"Ibu hamil disarankan untuk memenuhi asupan gizi, utamanya zat gizi mikro yang kaya vitamin dan mineral serta tidak mengonsumsi makanan siap saji," demikian diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Situbondo, Abu Bakar Abdi di Situbondo, Jawa Timur, Jumat (28/9).

Untuk mengurangi jumlah tersebut, Dinas Kesehatan tak bisa bekerja sendiri untuk mencegah balita pendek atau bekerja sendiri, akan tetapi harus bekerja sama dengan PKK dan dinas terkait yang mendukung hidup sehat.

"Namun demikian kami heran, meskipun Situbondo dinyatakan tinggi kasus balita pendek (bukan cebol), Situbondo tidak mendapat program stunting dari pemerintah pusat," ungkapnya lagi. [RN]

 
 
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: