Beda dengan Jateng, Harga Ayam Potong dan Telur di Mataram Justru Naik

TrubusNews
Thomas Aquinus | Followers 2
27 Sep 2018   19:30

Komentar
Beda dengan Jateng, Harga Ayam Potong dan Telur di Mataram Justru Naik

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Berbeda dengan wilayah Jawa tengah, pedagang ayam potong dan telur di Pasar Kebon Roek, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) justru mengeluhkan  naiknya harga ayam potong dan telur. Salah satu pedagang ayam potong di Pasar Kebon Roek, Ani, mengungkapkan harga ayam potong mengalami kenaikan dari Rp25 ribu per kilogram (kg) pada pekan lalu menjadi Rp32 ribu kg pada Kamis (27/9).

Ani mengaku, akibat akibat harga ayam naik berimbas pada penurunan penjualan harga ayam potong. "Saya biasa jual sampai 400 ekor, sekarang hanya 300 ekor, karena mahal jadi enggak ada orang yang berani beli, sepi. Mending murah harganya tapi ramai (pembeli)," ujarnya, Kamis (27/9).

Pedagang ayam potong lainnya, Hilmiah, mengungkapkan kenaikan harga ayam potong terjadi secara bertahap, mulai Rp 25 ribu per kg menjadi Rp Rp 30 ribu per kg, dan saat ini sudah berada di angka Rp 32 ribu per kg. "Dari sananya sudah mahal, sekarang susah jualnya karena mungkin mahal," katanya.

Baca Lainnya : Jelang Iduladha, Harga Telur Ayam di Sukabumi Turun

Sementara itu, penjual ayam potong dari Kampung Bugis, Ampenan, Idah, mengatakan harga jual ayam potong sebesar Rp 32 ribu per kg membuat dagangannya sepi dari pembeli. Sebelum ada kenaikan harga, dirinya banyak pelanggan yang membeli ayam potong minimal lima kilogram. Namun kini, dikatakannya hanya berhasil menjual  setengah kilogram.

"Kalau dulu tidak sampai sore juga sudah habis, sekarang susah. Mungkin karena dampak gempa kemarin jadi masih jarang yang belanja," ujar Idah.

Baca Lainnya : Perlahan, Harga Telur Ayam di Beberapa Pasar di Jakarta Mulai Turun

Selain pedagang ayam potong, hal yang sama juga dikeluhkan pedagang telur di Pasar Kebon Roek, Suhah yang mengatakan harga telur yang ia jual sebesar Rp 40 ribu sampai Rp 41 ribu per tray. Dia menilai, hal itu mengalami kenaikan dibanding hari-hari sebelumnya yang berada di kisaran Rp 37 ribu per tray sampai Rp 38 ribu per tray.

"Sekarang memang agak sepi karena mungkin habis bencana, harapannya turun harganya supaya terjangkau orang belanja, kan kondisi bencana juga," ujar Suhah. [NN]

 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: