Kesamaan Bahasa dalam Upaya Menolong Orang Tuli Saat Bencana, Sangat Dibutuhkan

TrubusNews
Binsar Marulitua
27 Sep 2018   16:45 WIB

Komentar
Kesamaan Bahasa dalam Upaya Menolong Orang Tuli Saat Bencana, Sangat Dibutuhkan

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Direktur Pemberdayaan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Lilik Kurniawan menekankan pentingnya kesamaan bahasa dalam upaya menolong orang Tuli ketika terjadi bencana.

"Selama ini upaya anggota BNPB maupun BPBD dalam menolong orang Tuli seolah-olah seperti memaksa mereka karena belum ada kesamaan bahasa," kata Lilik dalam jumpa pers mengenai Konferensi Nasional Bahasa Isyarat Indonesia dalam Penanggulangan Bencana di Jakarta, Kamis (27/9).

Lilik mengakui kesulitan anggota BNPB maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ketika harus menolong orang Tuli ketika terjadi bencana. Anggota BNPB atau BPBD umumnya tidak memahami bahasa isyarat untuk memberikan informasi terkait bencana kepada orang Tuli. 

Secara fisik tidak ada perbedaan orang Tuli dengan orang lainnya, sehingga penolong tidak tahu bahwa dia orang Tuli. Ketika diajak bicara, ternyata sama sekali tidak menanggapi. Karena itu, Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana menyatakan perlu ada perlakuan khusus terhadap kelompok rentan.

"Padahal, penanggulangan bencana, termasuk upaya pencarian dan pertolongan terhadap korban, harus dilakukan secara cepat tanggap. Perlu ada kesamaan bahasa yang saling dipahami antara orang Tuli dengan penolong," tambahnya. 

Pendiri The Unspoken Ministry, Deicy Silvia mengatakan, masyarakat masih kerap salah paham dalam memandang orang Tuli dan Tuna Rungu.

"Orang Tuli adalah orang berbudaya Tuli, yaitu yang memahami bahasa isyarat. Sedangkan Tuna Rungu adalah mereka yang tidak berbudaya Tuli," jelasnya.

Deicy mengatakan, masyarakat Tuli sedang berupaya memperjuangkan kesetaraan dengan masyarakat dengar. Salah satunya dengan penggunaan huruf besar "T" dalam kata "Tuli" dan "R" pada "Tuna Rungu". [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Jokowi: Sekarang Semua yang Keluar Rumah Harus Pakai Masker

Peristiwa   06 April 2020 - 17:02 WIB
Bagikan: