Hujan Belum Turun, Distan Kota Serang Imbau Petani Tunda Waktu Tanam Padi

TrubusNews
Syahroni
27 Sep 2018   15:15 WIB

Komentar
Hujan Belum Turun, Distan Kota Serang Imbau Petani Tunda Waktu Tanam Padi

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Dinas Pertanian (Distan) Kota Serang mengimbau agar petani tidak menanam padi dahulu sebelum bulan Oktober tiba. Imbauan ini dikeluarkan karena musim kemarau yang masih berlangsung saat ini, berpotensi membuat padi yang baru ditanam mati karena kurang pasokan air.

Kepala Distan Kota Serang, Anis S Salam mengatakan, sebaiknya petani mulai bertanam padi pada akhir Oktober mendatang. Hal ini disesuaikan dengan musim tanam yang ditetapkan pemerintah, yaitu di bulan Oktober-Maret.

“Biar pas waktunya. Kalau sekarang masih kemarau kita imbau nanti dulu,” kata Anis, Kamis (27/9).

Anis mengatakan bahwa bila tanam padi dilakukan pada akhir Oktober ia berdoa mudah-mudahan hujan segera turun. Saat ini pun satu dua kali hujan sudah turun meski dengan intensitas yang jarang. Bilapun petani ingin tetap menanam ia menyarankan agar menanam palawija.

Baca Lainnya : 13 Kecamatan di Kabupaten Serang Kekeringan, 3 Titik jadi Perhatian Serius

“Misalkan sayur-sayuran seperti cabai, tomat, bonteng suri, kacang panjang, atau jagung. Kalau itu kan tidak butuh banyak air dan cepat panen,” katanya.

Meski demikian, imbauan itu menurutnya ditujukan kepada para petani yang berada di daerah tadah hujan. Bila petani yang sawahnya ada di daerah irigasi, maka tanam padi bisa saja dilakukan karena ketersediaan air akan cukup. Hanya saja dengan adanya perbaikan saluran irigasi maka saat ini aliran air akan dibatasi.

“Lagi ada normalisasi saluran irigasi jadi buka tutup per 10 hari. Mudah-mudahan bisa cepat selesai dan hujan turun,” ujar mantan Camat Serang ini.

Anis mengungkapkan bahwa sawah yang berada di daerah saluran irigasi saat ini sudah panen namun mengalami penurunan produksi akibat serangan hama wereng batang cokelat dan perbaikan bendungan Pamarayan.

Hasil panen musim ini petani hanya mendapatkan 55 ton gabah per hektare dari panen biasa yang rata-rata mencapai 59 ton gabah per hektare.

Baca Lainnya : Kekeringan di Serang, 19 Titik Wilayah Butuh Air Bersih

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Kelas 1 Serang Tarjono mengatakan bahwa Agustus lalu merupakan puncak musim kemarau di wilayah Banten. Sementara pada Oktober mendatang beberapa daerah sudah akan masuk musim penghujan. Namun sifat curah hujan yang ada masih di bawah normal.

“Serang berada pada ZOM (Zona Musim) no.58. diprediksi dasarian ke 2 bulan Desember baru musim penghujan,” ujarnya.

Tarjono mengungkapkan bahwa meski dalam perkiraan musim hujan di Serang baru akan terjadi pada dasarian ke-2 Desember namun saat ini bukan berarti tidak akan ada hujan sama sekali. Saat ini pun hujan akan tetap ada namun masih di bawah normal.

Ia mengatakan bahwa pada peralihan musim (pancaroba) masyarakat diimbau agar waspada terhadap kemungkinan terjadinya angin kencang, angin puting beliung, dan hujan disertai petir yang dapat mengakibatkan pohon tumbang. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: