Polisi Amankan 128 Ekor Kura-kura Moncong Babi dari 9 Pedagang Satwa Dilindungi

TrubusNews
Syahroni
26 Sep 2018   19:45 WIB

Komentar
Polisi Amankan 128 Ekor Kura-kura Moncong Babi dari 9 Pedagang Satwa Dilindungi

Gelar perkara pengungkapan kasus perdagangan satwa dilindungi di Mapolda Metro Jaya, Rabu (26/9). (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Jajaran kepolisian Polda Metro Jaya kembali berhasil mengungkap kasus perdagangan satwa dilindungi melalui media online. Dalam pengungkapan kali ini, tak hanya mengamankan berbagai jenis satwa dilindungi, petugas juga mengamankan 9 pelakunya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, ke sembilan tersangka yang berhasil diringkus berinisial BJ, EV, ZN, RSB, AL, ES, MYN, AF serta SF. 

"Para tersangka menjual dan menawarkan satwa yang dilindungi melalui media sosial dan pembayaran dilakukan dengan mentransfer melalui rekening yang sudah ditentukan, selanjutnya satwa dikirim melalui kurir atau penyerahan secara langsung," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (26/9).

Baca Lainnya : Perdagangan Satwa Bisa Dijerat Pidana Pencucian Uang, Begini Penjelasannya

Dari tangan para pelaku ini, Argo menyebut, disita 2 ekor buaya muara, 128 kura kura moncong babi, 2 kakatua, dan masing-masing satu ekor burung jalak bali, jalak putih, tiong nias, jalak suren, burung bayan, lutung jawa, serta siamang.

Menurut keterangan para pelaku, satwa-satwa dilindungi ini dijual dengan harga bervariasi. Untuk burung dibandrol dengan harga mulai Rp450.000 hingga Rp3 juta per ekornya. 

"Untuk kura kura moncong babi dijual Rp100 ribu per ekornya. Untuk jenis buaya muara antara Rp600 ribu sampai dengan Rp1,2 juta per ekornya," terang Argo lagi.

Ia menambahkan, khusus untuk kura-kura jenis moncong babi, saat ini populasinya hanya ditemui di wilayah Papua. Satwa ini disebutnya juga sudah terancam punah. 

"Para tersangka menjual kura-kura moncong babi tersebut untuk tujuan ekspor ke negara Taiwan, karena memiliki kasiat untuk kesehatan dan kecantikan," kata Argo.

Argo menambahkan, setelah diamankan dari para tersangka, barang bukti satwa dilindungi tersebut akan diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) 
wilayah II Jakarta di Tegal Alur Jakarta Barat serta Pusat Penyelamatan Satwa Tegal Alur, di Jalan Benda Raya, Kalideres, Jakarta Barat. 

Baca Lainnya : 5 Pedagang Satwa Dilindungi Via Medsos, Diringkus Jajaran Polres Jakarta Barat

Sementara untuk para pelaku yang mengaku sudah menjalankan bisnis ini sejak bulan Januari silam, akan dijerat pasal berlapis dengan ancaman penjara maksimal 5 tahun dan denda paling banyak Rp100 juta.

"Pasal yang ditersangkakan terhadap pelaku, Pasal 40 ayat (2) Jo Pasal 21 ayat (2) huruf a Undang–undang RI Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya, Pasal 21 Ayat (2) Huruf a yang berbunyi, 'setiap orang dilarang untuk menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup'," jelas Argo.

Tak hanya itu, pelaku juga dijerat Pasal 40 Ayat (2) yang berbunyi 'Barang siap dengan sengaja melakukan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 21 ayat (1) dan (2) serta pasal 33 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp100 juta. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: