Melirik Potensi Microgreens, Si Sayuran Mini dengan Manfaat Maksi

TrubusNews
Ayu Setyowati | Followers 0
26 Sep 2018   21:00

Komentar
Melirik Potensi Microgreens, Si Sayuran Mini dengan Manfaat Maksi

Microgreens (Foto : Doc/ Johnnyseeds)

Trubus.id -- Melihat kekayaan alam Indonesia, rasanya miris jika mengatahui fakta bahwa kita masih saja mengimpor beberapa jenis makanan. Fakta lainnya yang cukup mengejutkan, impor makanan ini terjadi karena lahan pertanian yang kini semakin menyempit, sementara penduduk semakin bertambah. Hal ini secara tak langsung menyebabkan produktivitas lahan menjadi menurun. Jika kondisi ini terus terjadi, Indonesia diprediksi bisa mengalami problem pangan yang serius di masa depan.

Untuk menyiasati hal tersebut, Indonesia bisa mengubah konsep dalam mengonsumsi makanan. Masyarakat Indonesia lebih condong mengonsumsi makanan berbasis biji-bijian seperti padi yang perlu ditanam di lahan khusus. Sedangkan jika dialihkan pada buah dan sayur, selain memiliki nutrisi yang tinggi, buah dan sayur bisa ditanam di mana saja. Bahkan, kita bisa menanam sendiri di dalam ruangan dengan konsep microgreens.

Apa itu microgreens?

Microgreen Pok choy. (Foto: instagram/indomicrogreens)

Pada dasarnya, usia panen tanaman dibagi menjadi tiga, yakni usia kecambah (3-7 hari), usia microgreens (14-21 hari) dan usia tanaman dewasa (40-60 hari). Nah, microgreens yang merupakan sayuran mini, biasanya dipanen pada usia yang sangat belia berkisar antara 7-14 hari setelah benih disemai.

Baca Juga: Mengenal Microgreens dan Potensi Nutrisinya untuk Tubuh

Mengutip laman microgreens.id, tanaman jenis ini dipercaya mengandung sumber vitamin, mineral, betakaroten lebih tinggi daripada sayuran itu sendiri pada waktu dewasa. Daun yang baru tumbuh ini dipercaya masih kaya akan minyak nabati dan protein. Pada tanaman yang sudah dewasa minyak nabati dan protein ini sudah habis dipakai sewaktu tanaman masih muda.

Untuk menumbuhkan microgreens sendiri tak perlu lahan dan skill khusus. Kamu bahkan bisa menanamnya di dalam rumah atau dekat jendela yang tidak terlalu banyak terpapar sinar matahari. Hanya perlu wadah kecil untuk menyemai benih hingga sayuran-sayuran mini ini siap dipanen dan langsung dikonsumsi setelah dipotong batangnya.

Jenis sayuran yang lazim ditampilkan sebagai microgreeens antara lain mustard cress, red radish (lobak merah), spinach, basil, coriander (ketumbar), fennel, arugula, bit, kale (kailan), dan brokoli.

Poin terpenting pada sayuran microgreens, ia tidak memerlukan pupuk kimia, dan biji yang digunakan harus biji yang bebas dari paparan pestisida. Microgreens juga memerlukan media tanam yang steril dari bakteri E.Coli, bisa menggunakan tanah yang sudah steril, rockwool, perlite, dan vermiculite.

Popularitas Microgreens

Popularitas microgreens mulai muncul saat beberapa restoran fine dining ternama di Eropa, Inggris dan Amerika menyajikannya dalam menu mereka, terutama untuk garnishing, campuran salad, hingga dibuat jus.

Menurut chef Joel D’Souza, microgreens adalah gourmet vegetable confetti. Sayuran mini ini membuat sajian tampil memukau dengan tambahan nilai estetika dengan bonus nutrisi yang tinggi.

Microgreen kale sebagai garnish dalam sajian. (Foto: DIYS.com) 

Ada 3 alasan mengapa microgreens begitu digilai para foodie. Pertama, tampilan visual microgreens begitu menggoda, mungil dan kaya warna. Kedua, microgreens memberikan sensasi rasa baru yang lebih intens dengan tekstur renyah yang disukai. Ketiga, microgreens punya nilai nutrisi 30 persen lebih banyak dibanding sayuran biasa, di antaranya vitamin C, E, K, dan karotenoid (prekursor vitamin A).

Saat ini, khususnya di Indonesia, microgreens masih jarang ditemui baik itu di pasar tradisional maupun di supermarket. Kalaupun ada, microgreens mayoritas dijual secara online dengan sistem pre-order, mengingat panennya hanya memakan waktu 7-14 hari dan daya simpannya yang relatif cepat.

Meski belum begitu populer secara luas, microgreens ternyata sudah cukup banyak peminatnya. Terbukti dengan adanya beberapa komunitas microgreens di Jakarta. Sebut saja IndoMicrogreens yang diprakarsai oleh Edwin Maulana. Pria pencinta tanaman ini telah beberapa kali mengadakan workshop alias pelatihan mengenai tata cara menanam microgreens di rumah.

“Tujuannya sih mengajak masyarakat tetap aktif dengan bercocok tanam, yang pada akhirnya diharapkan nanti bisa menjadi peluang bisnis karena dapat dipasok ke supermarket-supermarket terdekat,” kata Edwin yang memiliki dua tempat workshop, yakni di Depok dan Bogor.

Di luar Indonesia, microgreens telah dibudidayakan dalam skala besar menggunakan ruangan-ruangan yang berisi rak-rak bertingkat dan ditambah pencahayaan khusus untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil. Beberapa supplier menggunakan sistem hidroponik NFT untuk mempermudah perawatan dan memperkaya kandungan gizi. Hasil panen dapat dijual ke supermarket maupun restoran-restoran dan hotel yang menggunakan microgreens dalam sajiannya.

Baca Juga: Begini Cara Budidaya Microgreens, Sayuran Bayi yang Bisa Jadi Peluang Usaha

Prospek Bisnis Microgreens

Selain dikonsumsi pribadi, microgreens ternyata memiliki prospek yang cukup menjanjikan untuk dijadikan bisnis. Hasil panennya dapat dijual atau bisa juga menjadi penyedia sarana untuk budidaya microgreens (media, nutrisi, starter kit, dll).

Media tanam yang dibutuhkan untuk budidaya microgreens. (Foto: instagram.indomicrogreens)

Budidaya yang mudah dipelajari, kandungan gizi dan usia panen yang singkat adalah beberapa keunggulan dari usaha budidaya microgreens. Harga microgreens di pasaran mencapai Rp850 - Rp2000 per gramnya. Oleh karena itu, usaha ini memiliki turnover yang berkali-kali lipat dari modal yang dikeluarkan.

Seiring dengan tren makanan sehat dan gaya hidup sehat yang sedang berkembang di Indonesia, tren microgreens juga diperkirakan akan ikut berkembang. Kecenderungan masyarakat Indonesia yang mudah mengikuti tren tentu dapat dimanfaatkan untuk lebih mempopulerkan si sayuran mini dengan manfaat maksi ini.  Caranya, mulailah dengan mencoba menanamnya dulu di rumah dan merasakan manfaatnya terlebih dahulu.

Trubus Mania pun bisa menanamnya sendiri di dalam rumah dengan cara yang relatif mudah. Semaikan benih sayuran dalam pot berisi tanah subur, letakkan di dekat jendela, namun jaga agar tidak terkena sinar matahari langsung. Siram dengan sedikit air  tiap hari, dan tunggu hingga benih tumbuh dan daun pertamanya muncul. Microgreens pun siap dipanen!

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: