Taman Nasional Gunung Leuser Terancam Perambah Hutan Ilegal

TrubusNews
Astri Sofyanti
26 Sep 2018   09:00 WIB

Komentar
Taman Nasional Gunung Leuser Terancam Perambah Hutan Ilegal

Taman Nadional Gunung Leuser (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kegiatan perambahan lingkungan yang dilakukan secara ilegal di Taman Nasional Gunung Leuser di Kabupaten Langkat, Sumatra Utara (Sumsel) , kian marak.

Wahana Lingungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumsel, meminta pemerintah setempat untuk menindak tegas oknum tersebut.

Sebagai informasi, perambahan hutan yang terjadi di Taman Nasional Gunung Leuser ini mengancam kelestarian kawasan konservasi.

"Taman Nasional Gunung Leuser harus diselamatkan dari penggarap liar yang merusak lahan hutan lindung," terang Direktur Eksekutif Walhi Sumatera Utara Dana Prima Tarigan di Medan, Rabu (26/9).

Menurutnya, oknum tidak bertanggung jawab yang melakukan perambahan secara secara ilegal membuka sebagian area hutan lindung di Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) dan menanaminya dengan kelapa sawit, karet dan tananam yang lain.

Lebih lanjut Dana mengungkapkan, sejumlah warga telah sejak lama mengubah sebagian area hutan TNGL menjadi perkebunan.

"Itu merupakan pelanggaran hukum yang cukup berat, karena memasuki secara bebas hutan yang dilindungi oleh pemerintah," tuturnya.

Praktik ilegal itu terjadi menurut Dana karena kurangnya pengawasan dan mendesak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sehingga tidak dikuasai orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Pihaknya juga mengimbau warga Langkat yang selama ini telah secara ilegal menguasai sebagian area hutan TNGL segera meninggalkan daerah tersebut dengan penuh kesadaran.

"Jangan sampai ada warga yang diamankan petugas karena tidak mau membersihkan tanaman yang mereka kelola di hutan TNGL Langkat," lanjutnya.

Sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah menebangi ratusan pohon kelapa sawit dan karet yang ditanam para penggarap liar di area Taman Nasional Gunung Leuser karena bisa mengangu kelestarian konservasi.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: