Jaga Sawah dari Hama Tikus, Petani Probolinggo Pekerjakan Burung Hantu

TrubusNews
Syahroni
25 Sep 2018   22:30 WIB

Komentar
Jaga Sawah dari Hama Tikus, Petani Probolinggo Pekerjakan Burung Hantu

Burung hantu jenis Tyto alba banyak dimanfaatkan petani untuk berantas hama tikus. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Petani Probolinggo, Jawa Timur sudah beberapa tahun terakhir bisa hidup tenang. Pasalnya, hama tikus yang biasa mengganggu sawah mereka, kini sudah cukup berhasil tertangani. 

Yah, untuk mengatasi hama tikus yang kerap merusak tanaman mereka, para petani probolinggo memelihara satpam yang kerap jaga malam. Satpam-satpam ini bertugas menangkap dan memangsa hama tikus di sawah mereka. Karena itu sawah mereka bisa terbebas dari hama.

Tapi tunggu dulu, satpam yang dimaksud di sini tentunya bukan manusia. Para petani Probolinggo justru memanfaatkan predator alami tikus sebagai satpam mereka. Yah, para petani memelihara burung hantu. 

Burung hantu itu mulai berkembang biak. Saat ini puluhan burung yang merupakan hewan pemakan daging itu mulai menyebar di tiga wilayah penghasil padi. Yakni Kecamatan Krejengan, Gading dan Pajarakan.

Menurut Baidhowi, petani asal Desa Opo-Opo, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, burung hantu yang biasa dipelihara petani dari jenis Tyto alba. Burung ini mulai banyak dipelihara petani sejak tahun 2013 silam. Bahkan saat ini habitat burung hantu ini sudah mulai bertambah. 

"Jadi sudah lima tahunan burung ini sudah menjadi predator tikus di sawah petani," katanya, Senin (24/9) kemarin.

Dengan adanya burung ini, petani merasa terbantu karena bisa membasmi tikus secara alamiah. Bahkan kata Baidhowi petani tidak usah terlalu berat dalam membasmi tikus yang menjadi hama tanaman padi.

"Karena burung ini akan aktif pada malam hari. Kalau pagi burung ini akan tidur disarangnya," ungkapnya.

Dengan memelihara burung hantu di area persawahan, secara otomatis hama tikus berkurang.

Kepala Desa Opo-opo, Didik Sugianto menambahkan, di desanya burung  hantu jenis Tyto alba itu kini jumlahnya telah berkembang dan menyebar ke seluruh wilayah di desanya. Bahkan manfaatnya juga telah di rasakan di beberapa desa.
 
"Dampaknya di rasakan oleh beberapa desa, Seperti Desa Rawan, Desa Kamalkuning dan desa lainnya,"katanya.

Dampaknya, dengan adanya bantuan burung ini, hasil pertanian padi di daerahnya mengalami peningkatan produksi. [RN]
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: