Dirut Bulog Ingin Akhiri Perseteruan dengan Mendag Terkait Impor Beras

TrubusNews
Astri Sofyanti
25 Sep 2018   15:15 WIB

Komentar
Dirut Bulog Ingin Akhiri Perseteruan dengan Mendag Terkait Impor Beras

Dirut Perum Bulog, Budi Waseso. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kisruh impor beras yang dipersoalkan oleh Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso (Buwas) dengan Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita belakangan ini masih hangat diperbincangkan. Menanggapi kondisi ini, Buwas meminta agar persoalan tersebut tak diungkit-ungkit lagi. Ia tidak ingin masalah tersebut diperpanjang sehingga memicu konflik yang tajam.

"Sudah lah, soal itu nggak usah diperpanjang lagi ya," kata Buwas usai menghadiri diskusi di Menara Kadin, Kuningan, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Baca Lainnya : Polemik Impor Beras, Menko Darmin: Gudang Bulog Penuh karena Beras Impor 1,4 juta Ton

Kisruh dua instansi pemerintahan ini sendiri menyeruak kembali ketika gudang Bulog penuh usai pengadaan impor beras. Kondisi ini membuat Bulog mesti menggelontorkan dana hingga Rp45 miliar untuk menyewa gudang milik TNI.

Tapi pernyataan Buwas ini tak mendapat tanggapan dari Mendag Enggar. Sebab, menurut Enggar urusan gudang Bulog yang penuh karena kelebihan pasokan sehingga harus menyewa gudang lain memang merupakan kewajiban Bulog sebagai pelaksana.

Baca Lainnya : Gara-gara Impor Beras, Presiden Jokowi Panggil Buwas dan Enggar

Mendengar komentar Enggar tersebut, Buwas langsung naik pitam. Ia geram karena bingung dengan pernyataan yang dilontarkan Enggar. Menurut Buwas, kegiatan impor beras pada dasarnya adalah tugas pemerintah. Untuk itu, Buwas ingin agar Bulog dan Kemendag dapat berkoordinasi menyelesaikan persoalan yang menjadi polemik panas belakangan ini.

"Saya bingung ini berpikir negara atau bukan. Coba kita berkoordinasi itu samakan pendapat, jadi kalau keluhkan fakta gudang saya bahkan menyewa gudang itu kan cost tambahan. Kalau ada yang jawab soal Bulog sewa gudang bukan urusan kita, matamu! Itu kita kan sama-sama negara," ungkap Buwas kala itu. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: