Cemburu pada Buruh, Petani di Lamongan Tuntut Perda Kesejahteraan

TrubusNews
Syahroni
24 Sep 2018   22:00 WIB

Komentar
Cemburu pada Buruh, Petani di Lamongan Tuntut Perda Kesejahteraan

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Setiap tanggal 24 September, Hari Tani dirayakan diseluruh wilayah Indonesia. Di hari itu, para petani sebagai pahlawan pangan berkesempatan mengutarakan aspirasinya. Hal yang sama juga dilakukan para petani di Lamongan, Jawa Tengah, Senin (24/9).

Sejak pagi, ratusan petani di Lamongan memperingati Hari Tani Nasional dengan turun ke jalan. Salah satu tuntutan yang ingin mereka sampaikan adalah terkait peraturan daerah terkait perlindungan terhadap mereka.

Para petani yang tergabung dalam Himpunan Petani Pemakai Air (Hippa) ini digelar di depan Masjid Agung Lamongan. Selain menggelar aksi teatrikal, mereka membentangkan spanduk bertuliskan: "Selamat Hari Tani #24Sept2018 Ayo...Proteksi Petani Kita!!! Mewujudkan kesejahteraan petani melalui Perda Perlindungan Petani".

Baca Lainnya : Hari Tani Nasional, Kadin Ajak Intitusi Pemerintahan Bahas Ketahanan Pangan

Dalam orasinya, para petani menuntut hak-hak mereka agar diperhatikan dengan mewujudkan reforma agraria sejati. 

"Kami juga menuntut kepada pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraan petani, yang salah satunya adalah persoalan irigasi dan penanggulangan hama tikus," tegas Mubin, korlap aksi Hari Tani di Lamongan, Senin (24/9).

Mubin mengaku 75 persen warga Lamongan adalah petani. Dia mengaku petani cemburu dengan kaum buruh yang mendapat jaminan dalam bekerja. Sementara petani tidak mendapat perlindungan apapun. 

"Kami menuntut DPRD Lamongan untuk membuat Perda tentang perlindungan petani dan lahan," tandasnya.

Baca Lainnya : Hari Tani Nasional, Pemerintah Diminta Perkuat Peran Organisasi Petani Untuk Percepat Reforma Agraria

Usai aksi di depan Masjid Lamongan, para petani mendatangi kantor DPRD Lamongan. Mereka pun diterima Wakil Ketua DPRD Lamongan, Saim. Di hadapan para petani ini, Saim mengatakan, secara substansi menerima masukan atau aspirasi dari para petani. 

"Seluruh keluhan para petani sudah kita bahas dalam kesejahteraan, mulai dari irigasi, penanggulangan hama," tandas Saim.

Pihaknya dan pemkab tahun ini telah menganggarkan ekskavator untuk setiap kecamatan agar memperlancar irigasi petani. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: