Ekspor Perikanan Indonesia Naik pada Semester I Tahun 2018

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
21 Sep 2018   18:15

Komentar
Ekspor Perikanan Indonesia Naik pada Semester I Tahun 2018

Neraca perdagangan perikanan Indonesia. (Foto : Trubus.id/ Binsar Marulitua)

Trubus.id -- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat, ekspor hasil perikanan selama semester I tahun 2018 mengalami peningkatan sebesar 12,88 persen atau sebesar US$2.272 juta, dari yang sebelumya US$2.013 juta. Capaian ini turut berkontribusi terhadap surplus neraca perdagangan hasil perikanan yang meneruskan tren positif di tahun-tahun sebelumnya.

"Bulan Januari sampai Juni 2018, volume ekspor hasil perikanan kita tumbuh 7,21 persen jadi 510.050 ton dan nilai ekspornya tumbuh 12,88 persen jadi 2,27 miliar dollar AS," kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti di Gedung Mina Bahari IV, Jumat (21/9). 

Baca Lainnya : Manfaatkan Perang Dagang, Pemerintah Imbau Pengusaha Perikanan Genjot Ekspor

Susi menjelaskan, dengan capaian tersebut, maka neraca perdagangan hasil perikanan selama semester I 2018 tercatat surplus sebesar 2,06 miliar dollar AS. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (Januari-Juni 2017), maka surplus neraca perdagangan hasil perikanan semester I tahun ini tumbuh 13,88 persen.

Adapun ekspor dilihat dari komoditas utamanya, hampir semuanya tumbuh positif. Seperti udang yang volume ekspornya tumbuh 14,13 persen; tuna tumbuh 7,55 persen; rajungan-kepiting yang tumbuh 2,67 persen; cumi-sotong-gurita tumbuh 29,61 persen; serta rumput laut yang tumbuh 13,02 persen.

Baca Lainnya : Susi Pudjiastuti: Pembangunan Kemaritiman Sudah ke Arah yang Benar

Pertumbuhan volume ekspor hasil perikanan ini sejalan dengan pertumbuhan nilai ekspornya, yakni untuk udang 7,57 persen jadi 0,85 miliar dollar AS; tuna tumbuh 25,33 persen jadi 0,27 miliar dollar AS; rajungan-kepiting tumbuh 21,31 persen jadi 0,24 miliar dollar AS; cumi-sotong-gurita tumbuh 42,12 persen jadi 0,22 miliar dollar AS; dan rumput laut yang tumbuh 59,87 persen jadi 0,12 miliar dollar AS.

"Ini membuat neraca perdagangan perikanan Indonesia menjadi nomor satu di Asean sejak tahun 2015 sampai sekarang," tutur Susi.

Dia memprediksi, tren hasil perikanan pada semester II 2018 akan semakin meningkat. Hal itu dikuatkan dari prediksi bulan Oktober yang sudah mulai masuk musim penghujan serta siklus panen ikan yang biasanya jatuh pada akhir tahun. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: