Susi Pudjiastuti Geram, Pengusaha Penangkapan Ikan Banyak yang Bohong

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
21 Sep 2018   14:00

Komentar
Susi Pudjiastuti Geram, Pengusaha Penangkapan Ikan Banyak yang Bohong

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti (Foto : Istimewa)

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengatakan kepatuhan pengusaha ikan dalam mengisi log book hasil tangkapan masih sangat rendah. Hal tersebut membuat kementerian yang dinahkodainya berencana menerapkan tindakan tegas, mulai dari teguran tertulis, pembekuan, dan pencabutan izin baik SIPI dan SIUP. 

"Kapal Pursain 70-120 GT atau  di atas 120-200 GT dalam laporannya hanya mencantumkan penangkapan ikan sebanyak 20 ton.  Padahal hasil tangkapanya bisa melebihi 100 ton. Padahal kapal 70-100 GT minimal bisa menangkap setidaknya 600 - 1000 ton. Banyak pengusahan penangkapan ikan berbohong, " jelas Susi di Gedung Mina Bahari III, Jakarta, Jumat (21/9)

Berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 03/MEN/2002 Tentang Log Book Penangkapan dan Pengakutan Ikan, pengisian log book bertujuan untuk membantu pengawasan dan pengendalian pemanfaatan sumber daya ikan agar dapat berlangsung secara terus menerus, berkelanjutan, dan tetap menjaga kelestarian sumber daya ikan.

Baca Lainnya: Susi Pudjiastuti: Pembangunan Kemaritiman Sudah ke Arah yang Benar

Log book ini sendiri berisikan data atau informasi terkait aktivitas kapal penangkap dan pengangkut ikan.  Dengan pengisian log book ini, bisa diketahui berapa banyak ikan yang diangkut oleh kapal dalam satu waktu tertentu dari daerah yang ditetapkan untuk operasinya.

Pengisian log book ini, bisa mendukung pendataan statistik perikanan kita baik wilayah penangkapan, jenis, juga volume ikannya.

Di samping kepatuhan pengisian logbook yang rendah, KKP juga menemukan bahwa lebih dari 90% data dokumen kapal yang terdiri atas log book, laporan kegiatan usaha/laporan kegiatan penangkapan (LKU/LKP) ditemukan tidak lengkap, tidak memadai, dan tidak bisa diyakini kebenarannya.

 “Ke depan, kita akan ketat.  Kalau ada pelanggaran-pelanggaran lagi, ada pemalsuan dokumen, tidak memasukkan log book, tidak sesuai dengan aturan-aturan, apa boleh buat kita akan mengambil langkah langkah tegas,” jelasnya.

Baca Lainnya: Susi Pudjiastuti: Kami Undang Jepang untuk Berinvestasi di Sabang, Morotai, dan Natuna

Selain pemalsuan hasil tangkapan, KKP juga mencatat sedikitnya ada 1.636 pelanggaran yang dilakukan oleh kapal penangkap ikan dalam kurun waktu September 2017-Agustus 2018. Pelanggaran tersebut berupa kegiatan penangkapan ikan yang tidak sesuai dengan izin yang diberikan untuk kapal.

“Ada 1.636 pelanggaran daerah penangkapan ikan yang dimonitor berdasarkan VMS (vehicle monitoring system)-nya segala macam yang dilakukan kapal kapal di atas 30 GT terjadi di berbagai wilayah, macam macam polanya,” tambahnya. [KW]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: