Kementan Tindak Tegas Importir Bawang Putih yang Tak Ikuti Aturan Wajib Tanam

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
20 Sep 2018   14:15

Komentar
Kementan Tindak Tegas Importir Bawang Putih yang Tak Ikuti Aturan Wajib Tanam

Bawang putih (Foto : Trubus.id)

Trubus.id -- Kementerian Pertanian (Kementan) baru-baru ini mengumpulkan importir bawang putih yang menerima rekomendasi impor tahun 2017 untuk membahas aturan wajib tanam yang harus dilakukan importir.

Kementan menargetkan sedikitnya 5 ribu hektare bawang putih ditanam oleh importir sebagai realisasi wajib tanam. Tapi, nantinya hasil produksi bawang putih sebagian besar akan dijadikan benih untuk memenuhi kebutuhan tanam musim berikutnya. 

Sebagaimana kita ketahui, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, terus berupaya memberikan pendampingan intensif kepada para pelaku usaha impor bawang putih guna mendukung swasembada bawang putih pada 2021 mendatang.

Baca Lainnya : Kemendag Temukan Praktik Curang Penjualan Bawang Putih Perusahaan China di RI

Pertemuan yang diinisiasi langsung oleh Mentan ini sebagai salah satu rangkaian pendampingan Kementan terhadap para importir bawang putih dan dinas pertanian provinsi/kabupaten/kota terkait pelaksanaan wajib tanam dan kegiatan APBN Bawang Putih. 

Dalam pertemuan tersebut, importir yang telah menerima RIPH tahun 2017 tetapi realisasi wajib tanamnya sampai dengan September 2018 masih 0-25 persen. 

Kondisi ini diungkapkan oleh Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi, yang meminta para importir untuk menyelesaikan sisa kewajibannya yaitu wajib tanam.

Bagi pemegang RIPH 2017, Kementan akan memberikan relaksasi waktu paling lambat hingga 31 Desember 2018 semua importir harus sudah selesai tanam.

Baca Lainnya : Kaki Gunung Rinjani, Surganya Bawang Putih

“Jangan dikira Pemerintah tidak memantau perkembangan wajib tanam. Bersama dengan Satgas Pangan dan instansi terkait, kami akan pantau terus realisasi komitmen tanam importir,” ujar Suwandi di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan.

Terkait indikasi importir yang mangkir dari kewajiban tanam, dikatakan Suwandi, pada prinsipnya pihaknya akan terus melakukan pendekatan persuasif.

Ia juga mengklaim bahwa sejak awal Kementan telah berupaya untuk mendampingi para importir.

“Kami sering mengundang para importir untuk duduk bersama membahas ini, tapi masih banyak importir yang mangkir dari undangan. Importir yang tidak hadir dalam dua kali undangan, kami akan menindak tegas dan akan diundang oleh pihak lain. Tunggu saatnya importir tersebut akan diundang oleh ‘pihak lain’,” tegas Suwandi.

Baca Lainnya : DKI Jakarta Impor 10.000 Ton Bawang Putih Asal China, Tanggapan Kemendag?

Sebagai informasi, saat ini Kementerian Pertanian tengah mengembangkan sistem pemetaan lahan bawang putih berbasis satelit dan GPS untuk meminimalkan risiko tumpang tindih lahan dan kesalahan pengukuran. 

Dengan sistem ini, lahan bawang putih yang dikembangkan oleh importir, APBN dan swadaya bisa dipetakan secara detail. Petugas pusat, daerah hingga petani akan terus diberi pelatihan agar bisa mengaplikasikan sistem ini secara mandiri kedepannya. [NN]
 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan: