Terkait Polemik Impor Beras, Kementan Sebut Produksi Surplus dan Gudang Bulog Penuh Stok Beras

TrubusNews
Astri Sofyanti
20 Sep 2018   09:59 WIB

Komentar
Terkait Polemik Impor Beras, Kementan Sebut Produksi Surplus dan Gudang Bulog Penuh Stok Beras

Beras Bulog (Foto : Astri Sofyanti/ trubus.id)

Trubus.id -- Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkapkan, hasil panen beras petani dalam negeri tahun ini lebih melimpah dibanding tahun 2017. Kondisi ini membuat pasokan beras nasional alami surplus.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Sumardjo Gatot Irianto mengungkapkan selama periode Oktober 2017 hingga Agustus 2018, luas tanam padi meningkat sekitar 945 ribu hektar dibanding periode tanam 2017 lalu. 

Untuk itu, ia berasumsi bahwa panen terjadi pada 900 ribu hektare lahan dengan rata-rata produktivitas 5,2 ton per hektare, maka tambahan pasokan selama 11 bulan terakhir sebanyak 4,68 juta ton.

“Produksi padi yang dihasilkan petani tahun ini lebih optimal dibanding tahun sebelumnya,” kata Gatot di Jakarta, baru-baru ini.

Baca Lainnya: Bambang Ismawan: Bulog Harus Bisa Mengontrol Harga Beras Secara Efektif

Lebih lanjut pihaknya menjabarkan, penanaman padi tak hanya bisa dilakukan di lahan yang tergenang air, tapi juga bisa dilakukan di lahan basah, sehingga penanaman kembali bisa langsung dilakukan setelah masa panen sebelumnya usai.

“Oleh karena itu kita mengenal padi gogo, kalau dulu padi gogo hanya bisa ditanam di lahan kering saja, tapi sekarang padi gogo bisa ditanam di lahan basah,” lanjutnya.

Selain itu, penanaman padi juga bisa dilakukan di lahan rawa yang mengering akibat musim kemarau sehingga hasil panen tahun ini akan lebih baik dibandingkan tahun lalu.

"Jadi, menurut hemat kami, produksi beras saat ini sangat aman. Ini kami mutar terus, bukan katanya-katanya," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan, Agung Hendriadi menambahkan saat ini pasokan beras di pasaran sangat mencukupi. Indikatornya bisa terlihat dari tiga hal.

Pertama, pasokan beras di Badan Urusan Logistik (Bulog) saat ini mencapai 2,6 juta ton atau jauh melesat dari periode yang sama tahun lalu yang hanya di kisaran 200 ribu ton.

Baca Lainnya: Operasi Pasar dan Rastra Akan Pakai Beras Hasil Serapan Petani, Ini Alasannya

"Semua gudang di Bulog penuh. Kalau gudang di Bulog penuh artinya apa? Produksi melimpah," papar Agung.

Kedua, berdasarkan pantauan beras yang masuk ke DKI Jakarta di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) pekan ini, stok beras di PIBC mencapai 47 ribu ton atau dua kali lipat kondisi normal yang berkisar 20 ribu hingga 25 ribu ton.

Ketiga, proyeksi hasil panen gadu untuk tiga bulan ke depan juga di atas konsumsi masyarakat. Proyeksi hasil panen tersebut diambil berdasarkan luas tanam.

Untuk itu, Agung merincikan pada September ini hasil panen di seluruh Indonesia diperkirakan mencapai 3,8 juta ton beras, Oktober 3,2 juta ton beras, November 2,95 juta ton. Sementara, rata-rata kebutuhan konsumsi beras maksimal 2,5 juta ton.

"Kalau produksi masih tinggi dari kebutuhan, cadangan beras Bulog pasti tidak dipakai kan,” tutupnya.[KW/SN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: