Tabrak 3 Ekor Gajah, Rangkaian Kereta Anjlok ke Luar Rel

TrubusNews
Syahroni
19 Sep 2018   22:00 WIB

Komentar
Tabrak 3 Ekor Gajah, Rangkaian Kereta Anjlok ke Luar Rel

Salah satu gajah yang mati ditabrak kereta di Sri Lanka (Foto : Doc/ The Hindus Time)

Trubus.id -- Di Sri Lanka, gajah merupakan kekayaan nasional yang wajib dilindungi dengan aturan hukum yang ketat. Aturan-aturan tentang tata krama saat melintasi kawasan yang menjadi habitat gajah juga sudah dibuat. 

Namun demikian, konflik antara gajah dan manusia masih juga terjadi. Yang terbaru, seekor induk gajah dan 2 bayinya mati ditabrak rangkaian kereta saat menyeberang rel pada dini hari di kawasan hutan dekat Habarana, 180 kilometer sebelah timur laut ibu kota Kolombo. 

Baca Lainnya : Terluka, Anak Gajah yang Terpisah dari Induknya, Dievakuasi BBKSDA Riau

Akibat kejadian ini, rangkaian kereta yang bermuatan minyak itu anjlok dari jalurnya dan muatannya tumpah. Sementara itu, 3 ekor gajah yang ditabrak rangkaian kereta itu pun dilaporkan mati seketika. Kepolisian pun terpaksa memblokir lokasi kejadian demi mencegah warga desa setempat menjarah minyak yang tumpah.

"Ini merupakan lokasi insiden yang sangat berbahaya. Kami telah mengusir banyak orang yang berusaha mengumpulkan minyak yang tumpah," tutur seorang pejabat kepolisian setempat kepada AFP via telepon. 

Ditambahkan pejabat kepolisian itu bahwa otoritas setempat juga menyelidiki apakah masinis kereta telah mengikuti standar prosedur saat melintasi area hutan yang dipenuhi populasi gajah liar. 

Baca Lainnya : Setahun Terakhir, Puluhan Gajah Kerdil Langka Ditemukan Mati di Malaysia

Di Sri Lanka, ada aturan yang menyebut kalau masinis harus mengemudikan kereta dengan kecepatan rendah saat melewati area hutan dan terus-menerus membunyikan klakson untuk memperingatkan setiap binatang liar yang ada di rel. 

Insiden yang terjadi pada Selasa (18/9) waktu setempat ini merupakan insiden kedua dalam sebulan terakhir. Tiga pekan lalu, tujuh ekor gajah mati tenggelam di rawa-rawa yang ada di kawasan yang sama. 

Sementara itu, menurut data resmi otoritas Sri Lanka, sedikitnya 375 orang tewas karena terlibat konflik dengan gajah liar. Warga desa setempat yang marah juga sempat melakukan aksi balasan dengan membantai nyaris 1.200 ekor gajah liar dalam beberapa tahun terakhir. Populasi gajah liar di Sri Lanka sendiri saat ini diperkirakan ada 7.500 ekor. [RN]
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: