Jumlah Titik Panas Melonjak Dibandingkan Tahun 2017

TrubusNews
Binsar Marulitua
19 Sep 2018   20:15 WIB

Komentar
Jumlah Titik Panas Melonjak Dibandingkan Tahun 2017

Ilustrasi (Foto : Trubus.id/ M Syukur)

Trubus.id -- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan, sepanjang Januari hingga awal September tahun ini, 3.000 lebih titik panas yang menjadi indikator kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), terdeteksi di wilayah Indonesia.

Kepala Subdit Sarana dan Prasarana Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim KLHK, Agus Hariyanto mengatakan, sebanyak 3.032 titik panas terdeteksi di wilayah Indonesia hingga 3 September.

Baca Lainnya : Pengawasan Karhutla di Restorasi Gambut Harus Diperketat

Ia mengatakan, angka itu melampaui jumlah titik panas selama 2017 yang sekitar 1.000, namun jauh di bawah jumlah titik panas sepanjang 2015 yang menembus angka 15.000.

El Nilo lemah yang menurut prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menghampiri wilayah Indonesia, menurut dia, membuat sejumlah daerah menghadapi kemarau hingga November 2018 sehingga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

"Sehingga kita ambil pahitnya saja, kita harus tetap siaga," kata Agus di Jakarta, Selasa (19/9).

Baca Lainnya : Darurat Karhutla, Aktivis Desak Penegakan Hukum bagi Korporasi

KLHK menggunakan aplikasi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional Fire Hotspot untuk memantau titik panas dan fokus mengambil tindakan pada titik-titik panas dengan tingkat akurasi di atas 80 persen.

Patroli terpadu dari Manggala Agni hingga Bintara Pembina Desa juga telah diterjunkan untuk menyambangi daerah-daerah yang rawan kebakaran hutan dan lahan. Selama 2018, menurut Agus, tim patroli sudah melampaui target untuk mendatangi 1.200 desa. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: