Karhutla Hingga Kabut Asap Dikhawatirkan Ancam Sektor Pariwisata Indonesia

TrubusNews
Astri Sofyanti
19 Sep 2018   19:15 WIB

Komentar
Karhutla Hingga Kabut Asap Dikhawatirkan Ancam Sektor Pariwisata Indonesia

Ilustrasi (Foto : Trubus.id/ M Syukur)

Trubus.id -- Sampai saat ini masih ditemukan puluhan titik panas yang berpotensi mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Bahkan sejumlah wilayah di nusantara, saat ini tengah dihantui kabut asap yang mulai dirasakan penduduk seperti di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan dan Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah.

Kondisi ini dikhawatirkan bisa mengancam sektor pariwisata serta pembagunan pariwisata di Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh, Asisten Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Pariwisata dan Hubungan Antar lembaga Kemenpar, Joko Prayitno. 

Joko mengatakan, maraknya kejadian kebakaran hutan dan lahan, terlebih sampai menimbulkan bencana kabut asap bisa menjadi penyebab wisatawan berpikir ulang untuk mengunjungi Indonesia.

Baca Lainnya : Dilema Pariwisata, Antara Jumlah Turis dan Kerusakan Alam

“Wisatawan mana mau datang. Kondisi ini berimbas pada perekonomian negara. Jadi masalah ini harus menjadi perhatian bersama,” kata Joko Prayitno di Sampit, Rabu (19/9).

Lebih lanjut Joko mengatakan, Kabupaten Kotawaringin Timur juga menjadi salah satu daerah yang rawan terjadinya karhutla.

“Kebakaran lahan membawa banyak dampak buruk, termasuk terhadap kelestarian lingkungan,” ungkapnya.

Menurutnya, saat ini Indonesia tengah gencar-gencarnya mengembangkan dan mempromosikan pariwisata hijau (green tourism), karena masalah kebakaran hutan yang masih terjadi bisa menjadi ancaman serius. Dikhawatirkan, kawasan wisata alam bisa turut terdampak dari terjadinya karhutla.

Baca Lainnya : Kekhawatiran Pelaku Pariwisata Jika Gunung Agung Kembali Erupsi

Untuk itu, Joko mengajak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawarigin Timur serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kotawaringin Timur untuk menjaga agar wilayahnya tak lagi terjadi kebakaran hutan yang bisa mengancam sektor pariwisata.

Hal ini karena menurut Joko, dua instansi ini memang berkaitan langsung dengan upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Kotawaringin Timur.

Pengamanan dan pelestarian hutan merupakan bagian dari tujuan sadar wisata. Untuk itu masyarakat juga diharapkan dapat membantu mencegah serta menanggulangi kebakaran hutan dan lahan. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: