Semakin Pekat, Kabut Asap di Banjarmasin Belum Masuk Kategori Berbahaya

TrubusNews
Astri Sofyanti
18 Sep 2018   19:15 WIB

Komentar
Semakin Pekat, Kabut Asap di Banjarmasin Belum Masuk Kategori Berbahaya

Kabut asap yang menyelimuti Banjarmasin semakin pekat beberapa hari terakhir. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sekitar kawasan Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) memicu kabut pekat di wilayah tersebut. Meski demikian, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin menjamin bahwa udara di Banjarmasin masih belum masuk kategori berbahaya.

“Jika dalam beberapa hari ke depan kabut asap kian menebal, kami akan mengeluarkan peringatan kepada masyarakat,” ujar Kasubbid Pengawasan DLH Banjarmasin, Wahyu Hardi Cahyono, di Banjarmasin, Selasa (18/9).

Berdasarkan pemantauan yang dilakukan dari stasiun pemantau, kadar Karbon Monoksida (CO) di wilayah itu memang sempat melonjak hingga menembus angka 2.095 ppm. Tapi angka itu masih di bawah baku mutu 30.000 ppm.

Baca Lainnya : Permukiman Warga di Banjarmasin Mulai Dipenuhi Kabut Asap

Pihaknya menegaskan, yang harus diperhatikan adalah partikel debu dan asap (PM10), yang sempat melonjak pada angka 75 ppm. Di mana baku mutu yang ditetapkan pemerintah Indonesia adalah 150 ppm.

"Sempat melonjak, terutama saat pagi hari. Tapi ketika siang kembali menurun. Ini imbas dari kebakaran lahan dari daerah tetangga," ucap Wahyu.

Selain dua indikator ini, DLH Kalsel masih terus melakukan pemantauan kualitas udara perkotaan juga memantau kadar Sulfur Dioksida (SO2), Oksida (O3), Nitrogen Dioksida (NO2), dan Hidro Karbon (HC).

Baca Lainnya : Cara Ribuan Warga di Kalsel Cegah ISPA Akibat Kabut Asap 

Dari hasil pengukuran selama 24 jam, udara perkotaan kemudian digolongkan pada status baik, tidak sehat, dan berbahaya.

"Sejauh ini kualitas udara masih baik, tapi memang sudah mulai terasa bau asap saat bernafas," ucapnya lagi.

Pihaknya juga menyarankan masyarakat Banjarmasin untuk mengurangi aktivitas di luar rumah.

“Jika ada aktivitas di luar rumah sebaiknya menggunakan masker,” tutupnya. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Bina Swadaya Kritisi UU Kontroversial Cipta Kerja

Peristiwa   24 Nov 2020 - 18:26 WIB
Bagikan:          
Bagikan: